Politisi Golkar Sebut Jokowi Belum Tingkatkan Elektabilitas Partai - Kompas.com

Politisi Golkar Sebut Jokowi Belum Tingkatkan Elektabilitas Partai

Kompas.com - 03/05/2018, 08:52 WIB
Azis Syamsuddin KOMPAS.com/SRI LESTARI Azis Syamsuddin

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Bidang Perekonomian Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, mengakui sosok Presiden Joko Widodo belum mampu mendongkrak elektabilitas partainya saat ini.

Padahal, dalam Pilkada Serentak 2018, Golkar membutuhkan dongkrakan elektabilitas. Terlebih, Partai Golkar sudah mendeklarasikan pengusungan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Yang tadi kami bahas salah satunya begitu. Tapi kan kami tinggal membuat strong, penguatan-penguatan di sisi lain, supaya coattail effect (efek terdampak) ini ada ke partai," kata Aziz di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (2/5/2018).

Ia menyatakan, partainya akan memperkuat ketokohan Jokowi pada Pilkada Serentak 2018. Dengan demikian, Aziz berharap calon yang diusung Partai Golkar bisa disukai dan dipilih oleh masyarakat.


Selain itu, Partai Golkar juga tengah menyiapkan penguatan ketokohan Jokowi untuk Pileg 2019. Dengan demikian, perolehan kursi Partai Golkar bisa meningkat dan mampu mencapai target perolehan suara sebesar 18 persen.

Baca juga: Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Ia menambahkan, sedianya upaya memasangkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dengan Jokowi sebagai cawapres juga menjadi strategi peningkatan elektabilitas Golkar.

"Itu otomatis. Kalau dari kami juga setuju seandainya Pak Airlangga menyatakan declare dari awal, sehingga tidak usah lagi melakukan sortir seperti ini. Tapi ini kan yang harus kami kaji alternatif-alternatifnya," kata Aziz.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

FKUB: Tempat Ibadah Itu Suci, Jangan Dipakai untuk Politik dan Sebar Hoaks

FKUB: Tempat Ibadah Itu Suci, Jangan Dipakai untuk Politik dan Sebar Hoaks

Megapolitan
Kejari Depok 3 Kali kembalikan Berkas Kasus Nur Mahmudi ke Polisi

Kejari Depok 3 Kali kembalikan Berkas Kasus Nur Mahmudi ke Polisi

Megapolitan
Pengacara Sebut Aris Idol Dijebak Seseorang yang Tawari Pekerjaan

Pengacara Sebut Aris Idol Dijebak Seseorang yang Tawari Pekerjaan

Megapolitan
Hadapi Debat Perdana, Ma'ruf Amin Mengaku Tak Tegang

Hadapi Debat Perdana, Ma'ruf Amin Mengaku Tak Tegang

Nasional
Polisi Segera Sebar Sketsa Wajah Pelaku Penusukan Siswi SMK di Bogor

Polisi Segera Sebar Sketsa Wajah Pelaku Penusukan Siswi SMK di Bogor

Regional
Risma Pamerkan Sederet Penghargaan yang Diraih Kota Surabaya Sepanjang 2018

Risma Pamerkan Sederet Penghargaan yang Diraih Kota Surabaya Sepanjang 2018

Regional
Jika KPU Tak Ikuti Putusan PTUN, Kubu OSO Minta Presiden dan DPR Turun Tangan

Jika KPU Tak Ikuti Putusan PTUN, Kubu OSO Minta Presiden dan DPR Turun Tangan

Nasional
Survei Charta Politica: Jokowi-Ma'ruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 34,1 Persen

Survei Charta Politica: Jokowi-Ma'ruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 34,1 Persen

Nasional
Timses Sebut Jokowi-Ma'ruf Gelar Simulasi Debat Bersama Ahli 'Public Speaking'

Timses Sebut Jokowi-Ma'ruf Gelar Simulasi Debat Bersama Ahli "Public Speaking"

Nasional
3 Hari Berlalu, Balita di Spanyol yang Jatuh ke Sumur Belum Ditemukan

3 Hari Berlalu, Balita di Spanyol yang Jatuh ke Sumur Belum Ditemukan

Internasional
Bandung Tidak Raih Adipura, Oded Tidak Kecewa

Bandung Tidak Raih Adipura, Oded Tidak Kecewa

Regional
Polisi: Mucikari ES Punya Banyak Koleksi Foto dan Video Vulgar Artis VA

Polisi: Mucikari ES Punya Banyak Koleksi Foto dan Video Vulgar Artis VA

Regional
Pentagon Sebut China Punya Sistem Senjata Tercanggih di Dunia

Pentagon Sebut China Punya Sistem Senjata Tercanggih di Dunia

Internasional
Meriahkan Pemilu, Khilmi Buat Miniatur Jokowi dan Prabowo dari Batang Korek Api

Meriahkan Pemilu, Khilmi Buat Miniatur Jokowi dan Prabowo dari Batang Korek Api

Regional
KPK Kembali Dapat Dukungan Masyarakat Sipil untuk Tetap Memberantas Korupsi

KPK Kembali Dapat Dukungan Masyarakat Sipil untuk Tetap Memberantas Korupsi

Nasional

Close Ads X