Tak Ada Politisi, Novanto Didampingi Istri dan Keluarga Saat Sidang Putusan

Kompas.com - 24/04/2018, 11:39 WIB
Suasana ruang sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSuasana ruang sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang putusan terhadap terdakwa Setya Novanto digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Hingga ketua majelis hakim Yanto mengetuk palu tanda dimulainya persidangan, belum tampak kehadiran pejabat dan kolega Novanto sesama politisi.

Novanto hanya tampak didampingi istrinya, Deisti Astriani Tagor serta sejumlah kerabat dan anggota keluarga yang selama ini selalu hadir dalam setiap persidangan.

Baca juga: Pengacara Setya Novanto Harap Putusan Hakim Bijaksana

Kondisi ini berbeda saat Novanto menjalani sidang pembacaan dakwaan dan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu, sejumlah orang dekat Novanto yang merupakan politisi Golkar tampak hadir untuk memberikan dukungan.

Beberapa di antaranya adalah Aziz Syamsuddin, Agung Laksono, dan Idrus Marham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pengacara Novanto Berharap Hakim Pertimbangkan Pembelaan Terdakwa

Idrus yang kini menjabat Menteri Sosial tampak hadir saat sidang pembacaan tuntutan jaksa.

Meski demikian, ruang sidang utama tempat pembacaan vonis terhadap Novanto digelar tetap ramai dan dipenuhi pengunjung.

Kompas TV Jaksa Pengadilan Tipikor menghadirkan dokter RS Premier Jatinegara sebagai saksi terdakwa Bimanesh Sutarjo.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri Minta Polisi Punya Kualitas Kepemimpinan-Etika yang Baik

Kapolri Minta Polisi Punya Kualitas Kepemimpinan-Etika yang Baik

Nasional
Simpang Siur Kasus Omicron di Bekasi, Pemda Diminta Hati-hati Sampaikan Informasi

Simpang Siur Kasus Omicron di Bekasi, Pemda Diminta Hati-hati Sampaikan Informasi

Nasional
Jokowi: Pemberantasan Korupsi Peringkat Kedua Persoalan yang Mendesak Diselesaikan

Jokowi: Pemberantasan Korupsi Peringkat Kedua Persoalan yang Mendesak Diselesaikan

Nasional
Zulkifli Hasan Nilai PPKM Nataru Cukup Level 2

Zulkifli Hasan Nilai PPKM Nataru Cukup Level 2

Nasional
Indonesia Terima 1,5 Juta Vaksin Moderna dari Pemerintah AS

Indonesia Terima 1,5 Juta Vaksin Moderna dari Pemerintah AS

Nasional
Wapres Ma'ruf Tiba di KPK Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia

Wapres Ma'ruf Tiba di KPK Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan, Pencegahan Lebih Fundamental

Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan, Pencegahan Lebih Fundamental

Nasional
Jokowi Ingin UU Perampasan Aset Tindak Pidana Rampung 2022

Jokowi Ingin UU Perampasan Aset Tindak Pidana Rampung 2022

Nasional
Buka Bali Democracy Forum Ke-14, Menlu Sebut Kondisi Global Sudah Mulai Pulih dari Pandemi

Buka Bali Democracy Forum Ke-14, Menlu Sebut Kondisi Global Sudah Mulai Pulih dari Pandemi

Nasional
Heboh soal Varian Omicron di Kabupaten Bekasi, Pengamat: Sebaiknya Informasi Satu Pintu

Heboh soal Varian Omicron di Kabupaten Bekasi, Pengamat: Sebaiknya Informasi Satu Pintu

Nasional
Jokowi: KPK Jangan Cepat Berpuas Diri

Jokowi: KPK Jangan Cepat Berpuas Diri

Nasional
ICW: Presiden Gagal Menjadi Panglima Pemberantasan Korupsi

ICW: Presiden Gagal Menjadi Panglima Pemberantasan Korupsi

Nasional
Jokowi: Indeks Persepsi Korupsi Kita Rangking 102, Perlu Diperbaiki

Jokowi: Indeks Persepsi Korupsi Kita Rangking 102, Perlu Diperbaiki

Nasional
LPSK Minta Ridwan Kamil Perhatikan Kelanjutan Pendidikan Korban Perkosaan Guru Pesantren

LPSK Minta Ridwan Kamil Perhatikan Kelanjutan Pendidikan Korban Perkosaan Guru Pesantren

Nasional
Hakordia, Pemberantasan Korupsi Dinilai Kian Dekati Titik Nadir

Hakordia, Pemberantasan Korupsi Dinilai Kian Dekati Titik Nadir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.