Survei Median: Elektabilitas Jokowi Tertinggi jika Duet Cak Imin, Prabowo dengan Anies - Kompas.com

Survei Median: Elektabilitas Jokowi Tertinggi jika Duet Cak Imin, Prabowo dengan Anies

Kompas.com - 16/04/2018, 20:09 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Elektabilitas Presiden Joko Widodo sebagai petahana pada Pilpres 2019 tertinggi apabila dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tertinggi jika berduet dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) 24 Maret-6 April 2018.

Survei mensimulasikan tiga nama sebagai capres, yakni petahana Joko Widodo, Prabowo, serta Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Ketiganya kemudian dipasangkan dengan tokoh-tokoh yang potensial mendampingi mereka sebagai cawapres. Kemudian, simulasi pasangan tersebut ditandingkan.

Hasilnya, Jokowi mendapatkan elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar, yakni 41,3 persen.

(Baca juga: Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi, Cak Imin Bilang "Patah Hati, Masuk Kamar, Kunci...")

Pasangan ini lebih banyak dipilih ketimbang Jokowi-Hary Tanoesoedibjo (40,2 persen), Jokowi-Wiranto (39,0 persen), Jokowi-Chairul Tanjung (38,7 persen), dan Jokowi-Zulkifli Hasan (38,1 persen).

Sementara itu, Prabowo mendapat elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Anies Baswedan (33,9 persen).

Pasangan ini lebih banyak dipilih dibanding pasangan Prabowo-Gatot Nurmantyo (33,5 persen), Prabowo-Muhaimin Iskandar (32,2 persen), Prabowo-Anis Matta (31,5 persen), dan Prabowo-TGB Zainul Majdi (30,8 persen).

Terakhir, elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono tertinggi jika dipasangkan dengan Anies Baswedan 8,2 persen. Dibawahnya berturut-turut yakni AHY-Gatot (7,5 persen), AHY-TGB Zainul Majdi (7,2 persen), AHY-Muhaimin (6,8 persen) dan AHY-Zulkifli Hasan (6,2 persen).

(Baca juga: Survei Median: Prabowo Ditinggal Pendukungnya jika Berpasangan dengan Jokowi)

Direktur riset median Sudarto di Jakarta, Senin (16/4/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Direktur riset median Sudarto di Jakarta, Senin (16/4/2018).
Direktur Riset Median Sudarto menilai, tingginya elektabilitas Jokowi jika berpasangan dengan Muhaimin tak terlepas dari faktor kampanye yang sudah dilakukan Wakil Ketua MPR itu.

Belakangan, pria yang akrab disapa Cak Imin itu sudah memasang berbagai spanduk dirinya sebagai cawapres. Cak Imin juga sudah bertemu dengan para kyai serta mengorganisir relawan.

"Cak Imin membangun image dia siap menjadi cawapres Jokowi. Selain itu, Cak Imin sejak awal juga adalah bagian dari koalisinya Jokowi," kata Sudarto saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Sementara itu, Sudarto menilai Prabowo-Anies Baswedan mendapatkan elektabilitas tertinggi karena kedekatan keduanya sejak Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra berhasil membawa Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1200 responden.

Margin of error dalam survei ini adalah plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, ada peluang angka survei meleset lebih besar atau kecil sampai 2,9 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multisatge random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Sudarto mengklaim bahwa survei dibiayai secara mandiri.

Kompas TV Gatot Nurmantyo santer disebut dalam bursa calon presiden dan calon wakil presiden jelang Pilpres 2019.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X