Mekeng Laporkan Lima Inisiator Generasi Muda Partai Golkar ke Polisi

Kompas.com - 28/03/2018, 19:46 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng melaporkan lima inisiator Generasi Muda Partai Golkar ( GMPG) ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik.

Kelima inisiator tersebut adalah Sirajuddin Abdul Wahab, Almanzo Bonara, Adam Itham, Arif Budi Prakoso, dan Antoni Pangaribuan.

Laporan ini dibuat pada Senin (26/3/2018), dengan tanda bukti lapor Nomor LP/407/III/ 2018/ Bareskrim.

"Dengan penuh kesadaran untuk menjaga martabat diri pribadi, institusi DPP Partai Golkar, dan institusi Fraksi Partai Golkar DPR RI, saya telah mengadukan lima orang inisiator GMPG karena telah mencemarkan nama baik pribadi saya," ujar Mekeng saat memberikan keterangan pers di Ruang Fraksi Partai Golkar, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Baca juga : Mekeng: Kita Tahu, Setya Novanto Suka Membual

Mekeng mempersoalkan pernyataan inisiator GMPG yang dimuat dalam pemberitaan sejumlah media massa nasional.

Dalam pemberitaan itu, GMPG mempermasalahkan terpilihnya Mekeng sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar dan menyebut pemilihan itu tidak sesuai dengan slogan "Golkar Bersih".

GMPG menolak penunjukan Mekeng karena Ketua Komisi XI itu disebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Saya menyatakan sangat berkeberatan dan menolak keras pernyataan yang mengandung fitnah atau pencemaran nama baik terhadap diri saya di sejumlah media online," kata Mekeng.

Sebelumnya, Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Sirajudin Abdul Wahab angkat bicara terkait pergantian Ketua Fraksi Partai Golkar (PG) DPR RI dari Robert J Kardinal kepada Melchias Marcus Mekeng.

Baca juga : Mekeng Bantah Menerima 500.000 Dollar AS dari Proyek E-KTP

Menurut Sirajudin, pergantian tersebut dapat merusak citra Partai Golkar dan menimbulkan spekulasi adanya upaya Ketua Umum Airlangga Hartarto dalam melindungi Mekeng dari kasus korupsi e-KTP.

Pasalnya, Mekeng sering disebut di persidangan dan diduga terlibat kasus korupsi e-KTP.

"Pengangkatan Melchias Marcus Mekeng sebagai Ketua FPG DPR RI dapat juga menimbulkan spekulasi adanya upaya Airlangga Hartarto dalam melindungi Mekeng dari kasus megaskandal korupsi e-KTP, serta akan merusak citra Partai Golkar kembali," ujar Sirajudin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/3/2018).

Pergantian itu juga, lanjut Sirajudin, menambah keyakinan publik bahwa Airlangga tidak konsisten dan telah keluar dari janjinya membangun Golkar yang bersih dari praktik korupsi.

Hal itu dikampanyekan oleh Airlangga sebelum terpilih sebagai ketua umum pada Munaslub.

Kompas TV Dalam sidang, Setnov menyebut nama anggota Komisi II DPR dan Anggota Banggar DPR periode lalu menerima aliran dana uang e-KTP.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X