Menhan: Sampai Kiamat Indonesia Tetap Ada - Kompas.com

Menhan: Sampai Kiamat Indonesia Tetap Ada

Kompas.com - 26/03/2018, 12:35 WIB
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu angkat bicara soal pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

Menurut Ryamizard, hal itu tidak mungkin terjadi lantaran rakyat Indonesia memiliki semangat kesatuan dan persatuan yang kuat.

"Kalau saya sih sampai kiamat Indonesia ada. Sampai kiamat. Kiamat 1.000 tahun lagi, 1.000 tahun lagi Indonesia ada. Sejuta tahun lagi, sejuta tahun lagi Indonesia ada. Enggak ada itu (Indonesia) bubar," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2018).

(Baca juga: Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen)

Ia menambahkan, masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menanggapi isu yang berkembang.

Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya pernyataan Prabowo itu kepada masyarakat untuk dinilai.

"Begini, rakyat kita ini sekarang sudah pintar, sudah berpikir, ya, yang mana yang benar, mana yang enggak benar. Ada yang membenarkan jelas ada, yang enggak membenarkan juga ada. Itu demokrasi, berpikir," lanjutnya.

Prabowo sebelumnya menyebut, ada kajian yang dilakukan negara lain di dunia bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

"Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi, di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam videonya yang diunggah akun Facebook dan Twitter resmi partainya.

(Baca juga: Presiden Tertawa Saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030)

Belakangan, Prabowo mengaku pernyataannya tersebut didasarkan pada scenario writing pihak asing.

"Jadi, di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, dan persoalan lingkungan.

(Baca juga: Kapolri: Pidato Prabowo Bisa Jadi "Wake Up Call" Persatukan Nusantara)

Ia menambahkan, masih banyak pihak asing yang hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu.

"Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dulu selalu. Nah, ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu akan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia.

Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing.

"Bahwa banyak iri sama kita, banyak yang tidak punya sumber daya alam, jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomena, ya," katanya.

Kompas TV Partai Gerindra juga terus menyaring nama yang akan menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.


Komentar

Terkini Lainnya

Survei LSKP: Ganjar-Yasin 50,3 Persen, Sudirman-Ida 10,5 Persen

Survei LSKP: Ganjar-Yasin 50,3 Persen, Sudirman-Ida 10,5 Persen

Regional
Terdakwa Bom Thamrin Tidak Hadirkan Saksi Menguntungkan

Terdakwa Bom Thamrin Tidak Hadirkan Saksi Menguntungkan

Megapolitan
Mushala di Kampung Akuarium Tidak Akan Dibongkar meski Ada Pembangunan Rusunawa

Mushala di Kampung Akuarium Tidak Akan Dibongkar meski Ada Pembangunan Rusunawa

Megapolitan
China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Pesawat Tempur Biasa

China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Pesawat Tempur Biasa

Internasional
Novanto Tak Dibebankan Uang Pengganti untuk Jam Tangan Richard Millle dari Andi Narogong

Novanto Tak Dibebankan Uang Pengganti untuk Jam Tangan Richard Millle dari Andi Narogong

Nasional
Respons Gatot Nurmantyo Saat Ditanya Penggunaan Politik Identitas

Respons Gatot Nurmantyo Saat Ditanya Penggunaan Politik Identitas

Nasional
 Tunggak Pajak, 22 Restoran dan 1 Perusahaan di Cakung Ditempeli Stiker

Tunggak Pajak, 22 Restoran dan 1 Perusahaan di Cakung Ditempeli Stiker

Megapolitan
Keterangan Novanto soal Anggota DPR Penerima Uang E-KTP Tak Dipertimbangkan Hakim

Keterangan Novanto soal Anggota DPR Penerima Uang E-KTP Tak Dipertimbangkan Hakim

Nasional
Cari Kandidat Pilihan Buruh, KSPI Akan Ajak Para Capres Unjuk Pemikiran

Cari Kandidat Pilihan Buruh, KSPI Akan Ajak Para Capres Unjuk Pemikiran

Nasional
Ketua DPR Berharap Setya Novanto Tabah Jalani Hukuman

Ketua DPR Berharap Setya Novanto Tabah Jalani Hukuman

Nasional
Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Olimpiade Sains Nasional: 13.525 Siswa Siap Bersaing

Olimpiade Sains Nasional: 13.525 Siswa Siap Bersaing

Edukasi
Hari Ini dalam Sejarah: Operasi Pembebasan Sandera AS Gagal Total

Hari Ini dalam Sejarah: Operasi Pembebasan Sandera AS Gagal Total

Internasional
Cerita Anies Bertemu Presiden Erdogan dengan Khusyuk, Sakral, dan Privat

Cerita Anies Bertemu Presiden Erdogan dengan Khusyuk, Sakral, dan Privat

Megapolitan
Hakim Anggap Rekaman Wawancara Marliem oleh FBI Layak Jadi Alat Bukti Kasus E-KTP

Hakim Anggap Rekaman Wawancara Marliem oleh FBI Layak Jadi Alat Bukti Kasus E-KTP

Nasional

Close Ads X