Jokowi : Kritik Harusnya Tidak Asbun! - Kompas.com

Jokowi : Kritik Harusnya Tidak Asbun!

Kompas.com - 21/03/2018, 23:09 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintahannya bukan antikritik. Kritik justru diperlukan untuk kemajuan bersama.

Namun yang selama ini disampaikan banyak pihak kepada pemerintah, bukanlah kritik. Melainkan celaan, cemoohan, fitnah dan nyinyir.

"Kritik itu penting. Sekali lagi, kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan. Karena, belum tentu juga pemerintah itu betul. Kalau salah, ya mesti ada yang mengingatkannya dengan kritik," ujar Jokowi dalam pidato di Rapimnas ke-2 Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu ((21/3/2018).

"Tapi tolong bedakan kritik dengan mencemooh. Beda itu. Bedakan kritik dengan fitnah. Bedakan kritik dengan nyinyir. Beda lagi itu. Bedakan kritik dengan menghujat. Juga beda itu," lanjut dia.


Baca juga : Geram, Luhut Ancam Bongkar Dosa Orang yang Asal Kritik Pemerintah

Jokowi menambahkan bahwa kritik haruslah berbasis data serta informasi yang akurat. Bukan sebaliknya, asal bunyi.

"Kritik itu harusnya tidak 'asbun', asal bunyi. Tidak asal bunyi, tidak asal bicara. Kritik itu dimaksudkan untuk mencari solusi, untuk mencari kebijakan yang lebih baik," lanjut dia.

Seluruh unsur masyarakat Indonesia memang sudah saatnya kembali ke nilai-nilai adat ketimuran yang mengutamakan kejujuran, perilaku sopan santun serta musyawarah untuk mufakat.

"Marilah kita bekerja sama meningkatkan kualitas demokrasi kita, membuat demokrasi yang menyejahterakan rakyat dan kebebasan politik yang santun dan konstruktif sesuai adar istiadat bangsa Indonesia," ujar Jokowi.


Terkini Lainnya


Close Ads X