Kelompok Sipil Masih Dorong Jokowi Keluarkan Perppu soal UU MD3

Kompas.com - 16/03/2018, 11:25 WIB
Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi. Fabian Januarius KuwadoKetua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3 sudah resmi diberi nomor dan tercatat dalam lembaran negara.

Saat ini, UU MD3 tercatat sebagai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Terlepas dari segala polemik, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mempersilakan publik yang tidak setuju dengan UU MD3 untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, sejumlah kelompok dari koalisi masyarakat sipil tidak menyambut baik sikap Yasonna tersebut.

Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi mengatakan, koalisi masyarakat sipil memang sedang mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan uji materi atas UU MD3 ke MK.

(Baca juga: "Apa Perlu Bikin #ShameOnYouJokowi untuk Desak Perppu MD3?")

Namun, koalisi masih ingin mendorong Presiden Joko Widodo untuk menggunakan wewenang konstitusionalnya.

"Kami memang sedang mempertimbangkan untuk mengajukan judicial review, selain koalisi masyarakat sipil sedang mengumpulkan para pemohon. Namun, memang belum kami putuskan juga untuk memastikan maju judicial review," ujar Veri mewakili koalisi masyarakat sipil kepada Kompas.com, Jumat (16/3/2018).

"Kami ini masih ingin mendorong Presiden Jokowi untuk mengambil sikap. Pilihannya perppu atau revisi terbatas. Enggak susah kok bagi Presiden untuk mengeluarkan perppu atau mendorong revisi terbatas," kata dia.

Menurut Veri, langkah konstitusional Presiden akan lebih memberikan kepastian hukum soal hasil daripada masyarakat berbondong-bondong mengajukan uji materi di MK.

Apalagi, menurut Veri, Ketua MK Arief Hidayat saat ini masih dibelit oleh persoalan etik, terkait intervensi dari lembaga lain.

"Jadi memang harus dihitung betul efektivitasnya dan memastikan terkait konstitusionalnya. Ini bukan hanya soal hukum biasa," ujar Veri.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua Komisi II Ragu Pilkada Dapat Digelar Desember

Wakil Ketua Komisi II Ragu Pilkada Dapat Digelar Desember

Nasional
Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan 'New Normal'

Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan "New Normal"

Nasional
Jokowi Instruksikan Sosialisasi New Normal secara Masif

Jokowi Instruksikan Sosialisasi New Normal secara Masif

Nasional
Angka Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Gugus Tugas Kirim Mobil Lab

Angka Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Gugus Tugas Kirim Mobil Lab

Nasional
Fraksi PKS Menilai Rencana New Normal Terlalu Dini, Ini Alasannya

Fraksi PKS Menilai Rencana New Normal Terlalu Dini, Ini Alasannya

Nasional
RSD Wisma Atlet Tangani 851 Pasien Positif Covid-19

RSD Wisma Atlet Tangani 851 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes 'Swab'

Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes "Swab"

Nasional
Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Nasional
Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Nasional
UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

Nasional
Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Mahfud Dapat Meme 'Corona is Like Your Wife' dari Luhut, Apa Artinya?

Mahfud Dapat Meme "Corona is Like Your Wife" dari Luhut, Apa Artinya?

Nasional
Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Siapkan 2 Menara di Wisma Karantina Pademangan

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Siapkan 2 Menara di Wisma Karantina Pademangan

Nasional
Mahfud MD: Kematian akibat Kecelakaan Lalu Lintas 9 Kali Lebih Banyak dari Corona

Mahfud MD: Kematian akibat Kecelakaan Lalu Lintas 9 Kali Lebih Banyak dari Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X