Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi - Kompas.com

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Kompas.com - 24/02/2018, 15:38 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (ketiga kiri), Menteri Hukum dan HAM yang juga kader PDI-P Yasonna Laoly (kedua kanan) dan Menteri Dalam Negeri yang juga kader PDI-P Tjahjo Kumolo (kanan) dalam pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). Presiden Jokowi yang juga kader PDI-P membuka sekaligus memberi arahan pada rakernas yang berlangsung 23-25 Pebruari tersebut.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (ketiga kiri), Menteri Hukum dan HAM yang juga kader PDI-P Yasonna Laoly (kedua kanan) dan Menteri Dalam Negeri yang juga kader PDI-P Tjahjo Kumolo (kanan) dalam pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). Presiden Jokowi yang juga kader PDI-P membuka sekaligus memberi arahan pada rakernas yang berlangsung 23-25 Pebruari tersebut.

DENPASAR, KOMPAS.com - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk mendukung pencapresan Joko Widodo, partainya akan menjalin komunikasi dengan partai nonkoalisi.

Ia mengatakan, partainya memang mendahulukan komunikasi dengan partai koalisi pemerintah.

Namun, ia menambahkan, sudah saatnya PDI-P menjalin komunikasi dengan partai di luar koalisi, seperti Partai Gerindra dan Demokrat.

Baca juga: Puan: Kriteria Cawapres Jokowi Sudah Ada

"Kalau pertama kali yang telah menyampaikan dukungan adalah (partai) yang berada dalam pemerintahan, maka fokus kami adalah partai yang ada di dalam pemerintahan. Kemudian kami akan ajak dialog juga partai lain," kata Hasto di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Ia mengatakan, pihaknya sering berkomunikasi dengan Gerindra dan Demokrat sebelum mendeklarasikan pencapresan Jokowi.

Hasto mengaku sering bertemu Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dalam rangka membahas urusan DPR.

Baca juga: Rakernas PDI-P Fokus Bahas Strategi Pemenangan Jokowi

Hasto pun mengungkapkan dirinya telah diperintahkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menjalin komunikasi dengan Demokrat melalui Agus Harimurti Yudhoyono. 

"Bu Mega menugaskan Mas Prananda (Prabowo) dan saya melakukan dialog. Kami akan mencari waktu yang tepat setelah Rakernas, akan membahas implementasi seluruh keputusan dan rekomendasi Rakernas. Kami akan berikan ruang untuk dialog dengan partai lain," ujarnya. 

Saat ditanya apakah akan langsung membahas cawapres pendamping Jokowi, Hasto tidak membantah, tetapi juga tidak membenarkan.

Baca juga: PDI-P akan Libatkan Jusuf Kalla dalam Menentukan Cawapres Jokowi

"Membangun kesepahaman, tidak harus kerja sama mengusung capres cawapres. Hal-hal realisitis lebih dulu, memahami visi misi, platform, isu strategis di DPR," kata Hasto. 



Close Ads X