UI: Aksi Kartu Kuning Sambil Meniup Peluit untuk Jokowi Murni Aspirasi Pribadi - Kompas.com

UI: Aksi Kartu Kuning Sambil Meniup Peluit untuk Jokowi Murni Aspirasi Pribadi

Kompas.com - 02/02/2018, 15:32 WIB
Aksi sejunlah mahasiswa Universitas Indonesia di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017). Aksi tersebut memprotes hasil praperadilan Setya Novanto serta perpanjangan masa kerja pansus hak angket KPK.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Aksi sejunlah mahasiswa Universitas Indonesia di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017). Aksi tersebut memprotes hasil praperadilan Setya Novanto serta perpanjangan masa kerja pansus hak angket KPK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Universitas Indonesia (UI) memastikan bahwa aksi mengacungkan buku kuning sambil meniup peluit yang dilakukan Ketua BEM UI Zaadit Taqwa di depan Presiden Joko Widodo, bukan mewakili lembaga pendidikan.

"Aksi tersebut murni aspirasi pribadi mahasiswa yang bersangkutan," ujar Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Rifelly Dewi Astuti melalui siaran persnya, Jumat (2/2/2018).

Pihak rektorat telah berkomunikasi dengan Zaadit terkait aksinya itu. Rifelly mengatakan, aksi Zaadit itu merupakan bentuk kritik seorang mahasiswa terhadap pemerintah.

"Ya biasa, menurut dia mahasiswa harus kritis, mahasiswa adalah agen perubahan. Ada hal-hal yang menurut mahasiswa tersebut tidak memuaskan, itu menurut dia ya," ujar dia.

(Baca juga: Ini Alasan Ketua BEM UI Acungkan Kartu Kuning ke Jokowi)

 

Setiap mahasiswa UI yang ingin menyampaikan aspirasi, katanya, diharapkan dapat melakukannya dengan tetap menghormati aturan yang berlaku sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Pihak UI di bawah Direktorat Kemahasiswaan pun akan melaksanakan pembinaan terhadap Zaadit.

Diberitakan, Ketua BEM UI Zaadat Taqwa terpaksa diamankan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat Presiden Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-68 UI di Balairung, Depok, Jumat pagi.

Zaadat mengacungkan buku berwarna kuning usai Presiden Jokowi menyampaikan pidato mengenai perkembangan global serta tantangan yang harus dipenuhi lembaga pendidikan. Ia juga meniup peluit.

Tak lama berselang, Paspampres menghampirinya dan memintanya untuk tidak melakukan aksinya itu. Namun, sang mahasiswa menolak. Paspampres kemudian membawa mahasiswa tersebut keluar Balairung.


EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X