Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/01/2018, 15:33 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah momen Presiden Joko Widodo menunaikan shalat di sela kunjungan kenegaraan ke Afghanistan merupakan pencitraan.

"Ini enggak ada hubungannya urusan pencitraan, enggak ada," ujar Pramono di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Pramono yang sering mengikuti Presiden Jokowi melakukan kunjungan, baik kunjungan kerja maupun kunjungan kenegaraan, pasti menyempatkan diri menunaikan ibadah shalat.

Baca juga: Jokowi Jadi Imam Sholat di Afghanistan, Fadli Zon Anggap Pencitraan

Kalaupun Presiden memperkirakan tidak sempat menunaikan shalat waktu mendatang, pasti dia akan menjamaknya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Minggu (25/6/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Minggu (25/6/2017).
"Kalau bisa dijamak. Sebab, biasanya waktu Ashar itu enggak mungkin sehingga dijamak beliau," ujar Pramono.

Diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menganggap Jokowi melakukan pencitraan saat menjadi imam shalat di Afghanistan. Ia menganggap biasa saja saat Jokowi menjadi imam shalat.

Baca juga: Viral Foto Jokowi Jadi Makmum Shalat di Afghanistan, Ini Penjelasan Istana

Ia menilai, sebagai Presiden, Jokowi semestinya menjadi imam bagi seluruh rakyat Indonesia dan membawa mereka ke arah yang lebih baik.

"Kalau imam shalat kan biasa yah, presiden seharusnya imam dari rakyat Indonesia membawa apa yang diharapakan. Kalau jadi imam bagus-bagus saja. Saya kira itu pencitraan yang bagus," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Ia pun mengharapkan kunjungan Jokowi ke Afghanistan membawa hasil konkret bagi kerja sama bilateral Indonesia-Afghanistan.

Kompas TV Menanggapi viralnya video Presiden Jokowi menjadi imam shalat Dzuhur di Afghanistan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.