Baru Dibuka 2 Hari, KPAI Sudah Terima 10 Laporan Anak Kecanduan "Gadget"

Kompas.com - 23/01/2018, 13:32 WIB
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta DPR mencantumkan pelarangan iklan rokok dalam Undang-undang Penyiaran, Jakarta, Senin (16/10/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta DPR mencantumkan pelarangan iklan rokok dalam Undang-undang Penyiaran, Jakarta, Senin (16/10/2017).
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu lalu telah membuka layanan pengaduan bagi anak yang diduga kecanduan gadget (gawai).

Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan, baru dua hari layanan tersebut dibuka, KPAI sudah menerima sekitar 10 laporan anak kecanduan gadget.

"Ada sekitar 10 laporan. Saya belum melihat detilnya. Tetapi itu datang bukan hanya dari Jabodetabek saja, tetapi juga dari luar Jabodetabek. Saya lihat ada yang dari Jawa Timur," kata Margaret ditemui di KPU RI, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Margaret mengatakan, rata-rata para pelapor ini mengkonsultasikan tingkat kecanduan gadget anaknya. Namun, sejauh ini menurut Margaret belum ada kasus kecanduan di taraf akut sebagaimana yang terjadi di Bondowoso.

Dia menjelaskan, setelah laporan diterima, maka KPAI akan melihat sejauh mana kecanduan dari anak yang bersangkutan.

Apabila masih taraf rendah, maka KPAI akan memberikan konsultasi kepada orang tua si anak.

(Baca: KPAI Buka Layanan untuk Anak Kecanduan "Gadget")

Tetapi, apabila sudah dalam taraf akut maka KPAI akan memberikan rekomendasi atau menyalurkannya ke rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan KPAI.

"Laporannya itu, mereka menyampaikan gambaran anaknya seperti apa dengan gadget-nya," kata Margaret.

Secara umum, orang tua atau para pelapor ini mengeluhkan kondisi anak yang susah distop ketika bermain gadget.

Ada juga yang seringkali menawar untuk bermain lagi beberapa saat, padahal sudah membuat komitmen dengan orang tuanya sebelumnya.

"Ada yang anaknya ini marah kalau dikasih tahu suruh berhenti main gadget. Ini sudah warning awal sebenarnya kalau marah ketika gagdet-nya diambil," lanjut Margaret.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini ada dua anak di bawah umur di Bondowoso, Jawa Timur yang mengalami kecanduan gawai.

Mereka bisa marah besar sampai membanting-banting benda atau menyakiti diri sendiri jika diminta melepaskan smartphone dari tangannya. Saat ini keduanya dirawat oleh Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Nasional
Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X