Ditanya Alasan Pilih Idrus Jadi Mensos, Jokowi Jawab "karena Cocok"

Kompas.com - 17/01/2018, 12:19 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (11/9/2017). Kedatangannya terkait Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (11/9/2017). Kedatangannya terkait Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo enggan bicara banyak soal pertimbangannya memilih menteri dan pejabat dalam reshuffle kabinet kali ini.

Saat ditanya pertimbangan memilih Idrus Marham sebagai Menteri Sosial, misalnya, Jokowi hanya menjawab singkat.

"Ya, karena cocok saja, cocok di situ Pak Idrus," kata Jokowi usai melantik menteri dan pejabat baru hasil reshuffle, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2018).

(Baca juga : Profil Idrus Marham, Menteri Sosial yang Baru)

Idrus Marham menjadi Mensos menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang maju di Pilkada Jawa Timur.

Saat wartawan kembali bertanya cocok seperti apa yang dimaksud Jokowi, ia tak menjawab.

"Nanti tanya ke Pak Idrus langsung saja lah," kata Jokowi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga : Idrus Marham Jadi Mensos, Ketum Golkar Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi)

Jawaban serupa juga disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai pertimbangan memilih Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Agum Gumelar sebagai Dewan Pertimbangan Presiden.

Ia tak menjelaskan secara spesifik apa yang menjadi alasannya memilih dua purnawirawan Jenderal TNI itu.

"Yang ditanya kok pertimbangan semua. Soal apa yang diputuskan itu sudah melalui pertimbangan yang panjang, perhitungan yang panjang," jawab Jokowi.

(Baca juga : LHKPN Terakhir pada 2009, Ini Harta dan Kekayaan Mensos Idrus Marham)

Lalu, saat ditanya mengenai nasib Kepala Staf Presiden sebelumnya Teten Masduki, Jokowi menjawab bahwa Teten kini menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden.

Namun, lagi-lagi Jokowi tak menjawab soal pertimbangan merotasi Teten ke posisi itu. Begitu pula saat ditanya mengenai tugas Koordinator staf khusus presiden yang diemban Teten.

"Tugasnya di dekat saya setiap hari. Nanti disampaikan oleh Mensesneg lah," kata Jokowi.

Kompas TV Marsekal Yuyu Sutisna menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

Nasional
Penjelasan Lengkap BPOM soal Ivermectin yang Bukan untuk Pengobatan Covid-19

Penjelasan Lengkap BPOM soal Ivermectin yang Bukan untuk Pengobatan Covid-19

Nasional
Wakil Ketua DPR Usul 'Semi-lockdown' Saat Hari Libur

Wakil Ketua DPR Usul "Semi-lockdown" Saat Hari Libur

Nasional
Sebelum Ivermectin Disebut Erick Thohir Punya Izin Edar, Moeldoko Sudah Kirim Ribuan Dosis ke Kudus

Sebelum Ivermectin Disebut Erick Thohir Punya Izin Edar, Moeldoko Sudah Kirim Ribuan Dosis ke Kudus

Nasional
UPDATE 22 Juni: Ada 152.686 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Juni: Ada 152.686 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Kepercayaan Publik Pada KPK Rendah, ICW Kembali Desak Firli Bahuri Mengundurkan Diri

Kepercayaan Publik Pada KPK Rendah, ICW Kembali Desak Firli Bahuri Mengundurkan Diri

Nasional
UPDATE 22 Juni: Tambah 335, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 55.291 Orang

UPDATE 22 Juni: Tambah 335, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 55.291 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 13.668 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 2.018.113

UPDATE: Tambah 13.668 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 2.018.113

Nasional
Pengacara Senior M Assegaf Meninggal Dunia

Pengacara Senior M Assegaf Meninggal Dunia

Nasional
Epidemiolog: Idealnya Testing Covid-19 dengan PCR, tapi WHO Juga Anjurkan Antigen

Epidemiolog: Idealnya Testing Covid-19 dengan PCR, tapi WHO Juga Anjurkan Antigen

Nasional
Pimpinan DPR Sebut Rata-rata AKD Kini Terapkan 'Lockdown'

Pimpinan DPR Sebut Rata-rata AKD Kini Terapkan 'Lockdown'

Nasional
Wakil Ketua DPR Minta Sanksi Tegas Diterapkan Selama PPKM Mikro

Wakil Ketua DPR Minta Sanksi Tegas Diterapkan Selama PPKM Mikro

Nasional
Kementerian PPPA Minta Pemangku Kepentingan Sensitif terhadap Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak di Pengungsian

Kementerian PPPA Minta Pemangku Kepentingan Sensitif terhadap Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak di Pengungsian

Nasional
BPK: 443 dari 503 Pemda Belum Mandiri, Masih Tergantung Dana Transfer Daerah

BPK: 443 dari 503 Pemda Belum Mandiri, Masih Tergantung Dana Transfer Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X