Irjen Safaruddin Tak Masalah Hanya Jadi Cawagub di Pilkada Kaltim

Kompas.com - 11/01/2018, 19:45 WIB
Bakal calon Gubernur Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin mengepalkan tangan saat pengumuman cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18. SIGID KURNIAWANBakal calon Gubernur Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin mengepalkan tangan saat pengumuman cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin diusung sebagai calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur dalam Pilkada serentak 2018.

Padahal, awalnya PDI-P menjadikannya sebagai calon gubernur.

Dia akan maju bersama Rusmadi Wongso setelah dijodohkan oleh PDI Perjuangan.

Mengenai hal tersebut, Safaruddin mengaku tak keberatan.

"Tidak masalah. Yang penting saya sampaikan ke Pak Rusmadi, visi misi kita membangun Kaltim yang baik," ujar Safaruddin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Safaruddin mengatakan, sejak awal ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada partai dalam Pilkada Kaltim. Termasuk memposisikannya sebagai calon gubernur atau wakil gubernur.

Safaruddin menjadi satu-satunya perwira tinggi (pati) Polri yang diusung menjadi wakil gubernur dalam Pilkada serentak 2018.

(Baca juga: PDI-P Usung Irjen Safaruddin di Pilkada Kalimantan Timur)

 

Sementara dua pati lainnya, mantan Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail diusung sebagai calon Gubernur Maluku dan mantan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan diusung sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

Dia pun tak merasa tersisih karena itu. Ia hanya memikirkan bagaimana menjalani proses Pilkada ke depan.

"Tinggal kita konsolidasi langkah selanjutnya," kata Safaruddin.

PDI-P dan Partai Demokrat sempat bersitegang lantaran Safaruddin gagal maju Pilkada bersama Syaharie Jaang.

Saat ini, keduanya sama-sama menjadi kandidat Pilkada Kaltim dan berjalan masing-masing. Meski begitu, Safaruddin mengaku hubungannya dengan Jaang baik-baik saja.

"Bagus, cukup baik. Saya sampaikan bahwa jangan karena politik kita bermusuhan," kata Safaruddin.

Kompas TV Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin ikut bersaing pada bursa calon Gubernur Kalimantan Timur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Nasional
Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Nasional
Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

Nasional
UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

Nasional
Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Nasional
UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

Nasional
Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

Nasional
Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Nasional
Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.