Mahfud MD: Jokowi akan Anugerahi Lafran Pane Menjadi Pahlawan Nasional

Kompas.com - 03/11/2017, 20:09 WIB
Mantan Ketua MK Mahfud MD Ketika Ditemui di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta, Rabu (27/9/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Mantan Ketua MK Mahfud MD Ketika Ditemui di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta, Rabu (27/9/2017).
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan, Presiden Joko Widodo menyebut tokoh pendiri HMI Lafran Pane layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Demikian diungkapkan Mahfud usai dirinya beserta jajaran KAHMI bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11/2017) siang.

"Alhamdulilah Bapak presiden menyampaikan Prof Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional," ujar Mahfud.

Presiden, lanjut Mahfud, akan menganugerahi gelar tersebut pada 9 atau 10 November 2017 mendatang. Tidak hanya Lafran, Presiden disebut akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh lainnya.

Jajaran pengurus KAHMI mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi itu. Gelar pahlawan nasional untuk Lafran memang sudah diusulkan HMI dan KAHMI sejak dua tahun lalu.

"Berdasarkan jejak perjuangannya yang telah diuji kesahihannya di 27 kampus Indonesia, Prof Lafran Pane yang mendirikian HMI tanggal 5 Februari 1947 layak ditetapkan pahlawan nasional," ujar dia.

Baca juga : (Mensos Ajukan Sejumlah Nama, Siapa yang Dipilih Jokowi sebagai Pahlawan Nasional?)

Diberitakan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membawa sejumlah nama calon pahlawan nasional kepada Presiden Joko Widodo, Kamis (26/10/2017).

Sejumlah nama itu, antara lain tokoh Nahdlatul Ulama Abdurrachman Wahid (Gus Dur), pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane, pejuang asal Aceh Laksamana Malahayati, gerilyawan laut Sultan Mahmyd Riayat Syah, tokoh nasionalis religius asal NTB Tuan Guru Pancor (Muhammad Zainudin Abdul Madjid) dan Abdurrahman Baswedan yang tidak lain kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami memasukan (nama-nama calon pahlawan) sebagai satu kesatuan surat kepada JokowiPresiden sebagai permohonan penganugerahan gelar pahlawan nasional. Kewenangan Presiden untuk memberikannya kepada siapa," ujar Khofifah di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Presiden, lanjut Khofifah, akan memilih tiga atau empat nama saja yang bakal dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Pengumuman siapa yang dianugerahi gelar pahlawan nasional akan diumumkan pada 9 November 2017, sehari sebelum Hari Pahlawan Nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X