Santri Diminta Lebih Aktif Menangkal Penyebaran Paham Radikal

Kompas.com - 21/10/2017, 13:27 WIB
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid melambaikan tangan kepada wartawan sebelum dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/11/2014). Hari ini presiden juga akan melantik Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Komite ASN yang diketuai oleh Prof Sofyan Effendi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANADANY PERMANA Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid melambaikan tangan kepada wartawan sebelum dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/11/2014). Hari ini presiden juga akan melantik Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Komite ASN yang diketuai oleh Prof Sofyan Effendi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

BEKASI, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid mengajak kalangan santri bersama-sama menangkal paham radikal. Nusron menyampaikan hal itu karena menilai santri dari Nahdlatul Ulama (NU) berperan sentral dan strategis dalam menjaga nilai-nilai Islam yang ramah, damai, dan menghargai keberagaman.

"Harus ada semangat bahwa santri harus bisa masuk dalam semua lini kehidupan bangsa untuk ikut megawal gagasan para ulama pendahulu," kata Nusron, yang disampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional, di Bekasi, Sabtu (21/10/2017).

Melalui keterangan tertulis dijelaskan, acara Hari Santri Nasional itu dihadiri 500 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi. Hadir juga sejumlah tokoh NU Kabupaten Bekasi, di ataranya KH Bagus Lukhito, KH Sholahuddin Al-Hadi, dan KH Ahmad Syauqi.


Adapun tema acara itu adalah "Membangun Santri yang Menghargai Keberagaman untuk Membagkitkan Peradaban Bangsa Menuju NKRI Hebat".

(baca: Umat Kristiani, Hindu dan Budha Ikut Rayakan Puncak Hari Santri di Gunungkidul)

Menurut Nusron, santri-santri NU jangan cepat puas saat mengajar dan berdakwah di kampung-kampung, tapi juga harus menyebarkan Islam dalam bingkai NKRI dan ideologi Pancasila di semua instansi.

Nusron berharap Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktobr dimaknai sebagai gerakan menebarkan nilai kasih sayang terhadap sesama.

"Bisa diperjuangkan secara efektif ketika para santri bisa mewarnai diskursus dan dakwah-dakwah di berbagai sektor dan institusi, baik instansi pemerintah, swasta, dan instansi-instansi strategis," ujar Nusron.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorIndra Akuntono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X