Sudah Bebas dari Penjara, Istri Mantan Gubernur Sumut Datangi KPK

Kompas.com - 04/10/2017, 11:42 WIB
Evy Susanti (kerudung hitam), istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu (4/10/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusEvy Susanti (kerudung hitam), istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu (4/10/2017)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti, mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/10/2017).

Mantan terpidana kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan itu mengaku mendatangi KPK untuk keperluan mengambil barang bukti yang disebutnya masih berada di lembaga antirasuah itu.

"Ada alat bukti yang tertinggal, mau bawa alat bukti tapi masih dicari. Alat bukti saya yang harus saya pegang," kata Evy kepada awak media di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu siang.

Sebagai informasi, dalam kasus suap terhadap hakim itu, Gatot, suami Evy, divonis 3 tahun penjara. Sementara Evy divonis 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

(Baca juga: Evy Susanti Kesal Berkali-kali Dimintai Uang oleh OC Kaligis)

Evy kini telah bebas dari tahanan di Lapas Wanita dan Anak Tangerang, Rabu (27/9/2017) lalu. Selama ditahan, Evy mendapat remisi total 6 bulan 15 hari.

Evy enggan menjelaskan bukti apa yang hendak ia ambil di KPK. Ia hanya menjelaskan bahwa bukti yang hendak ia ambil itu berupa dokumen dan sesuatu yang penting.

"Alat bukti ini penting banget. Itu dokumen saya pribadi. Tapi tertinggal di sini, lagi dicari. Kami ambil (nanti). Lagi dicari, masih dicari penyidik," ujar Evy.

Hakim Pengadilan Tipikor dalam vonisnya menyatakan Evy dan Gatot terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana pasal dalam dakwaan.

Selain vonis penjara, keduanya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 150 juta. Apabila tidak dibayarkan, maka diganti dengan hukuman kurungan 3 bulan penjara.

Hakim menganggap keduanya terbukti melakukan penyuapan kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan, serta kepada mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

(Baca juga: Nikahi Evy Susanti, Gatot Pujo Hampir Diinterpelasi DPRD Sumut)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 5 di Belanda, Total 2.942 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Tambah 5 di Belanda, Total 2.942 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Nasional
Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Nasional
Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Nasional
Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Nasional
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X