Bantah Prabowo, Istana Tegaskan Bantuan untuk Rohingya Bukan Pencitraan - Kompas.com

Bantah Prabowo, Istana Tegaskan Bantuan untuk Rohingya Bukan Pencitraan

Kompas.com - 17/09/2017, 08:55 WIB
Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden Johan Budi SP.Fabian Januarius Kuwado Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden Johan Budi SP.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah RI untuk kaum muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar, bukan lah sebuah pencitraan.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia bersama masyarakat adalah bentuk kongkrit membantu etnis Rohingya," kata Johan kepada Kompas.com, Minggu (17/9/2017).

Sebagai bagian dari masyarakat dunia  yang menjunjung tinggi HAM, lanjut Johan, pemerintah Indonesia tentu tidak berdiam diri melihat perlakuan kepada etnis Rohingya.

Baca: Prabowo Sebut Bantuan Indonesia untuk Rohingya Hanya Pencitraan Jokowi

Johan menekankan, pemerintah tidak hanya memberi bantuan berupa kebutuhan pokok. Lebih dari itu, pemerintah juga melakukan tindakan konkret secara politis dengan kedatangan Menlu Retno Marsudi ke Myanmar dan berunding dengan otoritas disana. 

"Itu konkret, bukan pencitraan," tegas Johan.

Prabowo Subianto menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo.

"Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Baca: Bantuan Indonesia Sudah di Banglades, Belum Tiba di Pengungsi Rohingya

Padahal menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin," tambah dia.

Kompas TV Berdasarkan catatan UNICEF, sebanyak 230 ribu anak-anak Rohingya tidak memiliki akses ke kebutuhan dasar.


PenulisIhsanuddin
EditorDian Maharani
Komentar
Close Ads X