Penyidik Pelajari Transaksi Keuangan Saracen dari Laporan Analisis PPATK

Kompas.com - 14/09/2017, 16:58 WIB
Kanit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Purnomo KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKanit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Purnomo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih mendalami laporan hasil analisis atas 14 rekening terkait kelompok Saracen.

Dalam laporan tersebut diketahui dari mana saja dan ke mana saja aliran uang dikirimkan.

"Masih kami lihat sangkut pautnya ke mana saja. Tidak semua yang kami dapat, kami sampaikan. Harus dipelajari semua," ujar Kepala Unit V Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Purnomo mengatakan, penyidik juga masih perlu mengkonfirmasi para tersangka mengenai temuan-temuan dalam laporan itu.

Baca juga: Bantah soal Ujaran Kebencian, Pengacara Jelaskan Aktivitas Asma Dewi

Mereka akan ditanya peruntukan uang yang keluar dan masuk rekening tersebut.

"Harus dipelajari satu-satu uangnya ke mana saja, untuk apa. Kan tidak semuanya (terkait Saracen), untuk pribadi dia juga ada, segala macam," kata Purnomo.

Polisi juga akan mendalami informasi adanya uang yang ditransfer Asma Dewi, tersangka ujaran kebencian, sebesar Rp 75 juta.

Asma diduga mentransfer uang tersebut ke rekening bendahara Saracen melalui NS, anggota kelompok Saracen yang belum terungkap.

Dalam kasus Saracen, polisi menetapkan empat pengurusnya, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH sebagai tersangka.

Baca juga: Asma Dewi Diingatkan Kakaknya yang Polisi untuk Stop Sebar Kebencian

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan dengan tarif Rp 72 juta.

Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X