Jokowi Kecewa Dirjen Hubla Ditangkap KPK

Kompas.com - 27/08/2017, 19:09 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri pameran foto infrastruktur di Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINPresiden Joko Widodo menghadiri pameran foto infrastruktur di Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kecewa masih ada pejabat pemerintah pusat yang ditangkap tangan melakukan korupsi.

"Ya sangat mengecewakan. Dan ini perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat agar tidak melakukan itu lagi," kata Jokowi usai meninjau pameran foto proyek infrastruktur di Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Saat memberikan keterangan kepada media, Jokowi didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tanpa menjelaskan secara rinci, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah sudah memperbaiki sistem yang ada sehingga korupsi tidak terjadi.

Jokowi mengingatkan bahwa masalah korupsi berkaitan erat juga dengan integritas dan moralitas pejabat.

"Berapa yang sudah ditangkap, baik OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK atau saber pungli, kan sudah bukan puluhan, sudah ratusan atau mungkin bahkan ribuan. Tapi menyangkut orang kan. Ya sangat-sangat mengeceakan," kata Jokowi.

Direktorat Jenderal Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono ditangkap KPK karena diduga menerima suap hingga Rp 20,74 miliar di Mess Perwira Dirjen Hubla di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu lalu.

Lihat juga: KPK Geledah 4 Lokasi dan Sita CCTV Terkait OTT Dirjen Hubla

Uang senilai Rp 20,74 miliar disita KPK  saat OTT dari Tonny. Rincian uang tersebut yakni sekitar Rp 18,9 miliar terdapat di 33 tas dan Rp 1,174 miliar dalam bentuk saldo di rekening bank.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, asal muasal duit belasan miliar yang ada dalam 33 tas itu masih didalami KPK. Sementara uang Rp 1,174 miliar berbentuk saldo di rekening bank merupakan suap yang diterima Tonny dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (PT AGK), Adiputra Kurniawan.

Suap itu terkait proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Mulanya, Adiputra membuka rekening atas nama seseorang yang diduga fiktif. Rekening tersebut kemudian diisikan saldo. Kartu ATM dari rekening tersebut diserahkan kepada Tonny. Pada kasus ini, KPK juga mengamankan tiga orang lainnnya.

Mereka adalah Manajer Keuangan PT AGK berinisial S dan Dirut PT AGK berinisial DG, diamankan di kantor perusahaan tersebut di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Satu lagi yakni W, yang menjabat Kepala Sub Direktorat Pengerukan dan Reklamasi, di amankan KPK di kantor Dirjen Hubla. Namun, ketiganya masih berstatus saksi.

Lihat juga: KPK Sita 50 Barang, Termasuk Keris dan Tombak dari Kediaman Dirjen Hubla

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X