Kasus Rintangi Penyidikan E-KTP, Elza Syarief Bantah Kenal Markus Nari

Kompas.com - 11/08/2017, 14:38 WIB
Pengacara Elza Syarief (kanan) berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Jumat (11/8/2017). Elza Syarief diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari terkait kasus penyidikan perkara perintangan proses persidangan, serta pemberian keterangan tidak benar dalam persidangan KTP-El dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/17. ANTARA FOTO/M Agung RajasaPengacara Elza Syarief (kanan) berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Jumat (11/8/2017). Elza Syarief diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari terkait kasus penyidikan perkara perintangan proses persidangan, serta pemberian keterangan tidak benar dalam persidangan KTP-El dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/17.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Elza Syarief telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus tindakan penghalangi penyidikan dan penuntutan KPK pada kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP), Jumat (11/8/2017).

Elza diperiksa untuk Markus Nari, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang merupakan tersangka dalam kasus tersebut. Usai diperiksa, Elza membantah mengenal Markus Nari.

"Jadi saya cuma diperiksa apa yang kurang, tapi yang jelas saya enggak kenal Markus Nari, enggak pernah ketemu juga. Mungkin sebagai pelengkap saja di dalam berkas perkara," kata Elza, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat.

Elza diketahui pernah diperiksa sebagai saksi terkait kasus pemberian keterangan palsu di pengadilan, dengan tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura, Miryam S Haryani.

Elza mengaku dia diperiksa cukup banyak, tapi mengenai fakta yang sama. Misalnya pengulangan mengenai pemeriksaan dirinya yang dulu ketika diperiksa sebagai saksi untuk Miryam dan Andi Narogong.

"Jadi itu dikombinasikan," ujar Elza.

(Baca juga: Elza Syarief Sampaikan ke KPK Pihak yang Pengaruhi Miryam)

Sebelumnya, Elza mengatakan, Miryam pernah menyampaikan kepadanya bahwa ada dua politisi Partai Hanura yang menegur Miryam karena keterangan yang ia sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Kedua politisi Hanura itu berinisial FA dan DA.

Elza menyatakan, dalam BAP Miryam mengaku menerima uang dari FA dan DA. Padahal, uang tersebut berasal dari anggota Fraksi Partai Golkar, Markus Nari.

(Baca: Kepada Elza Syarief, Miryam Mengaku Dimarahi Dua Politisi Hanura)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 24.538 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi di Jatim hingga Dominasi Pekerja Migran di DKI

UPDATE: 24.538 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi di Jatim hingga Dominasi Pekerja Migran di DKI

Nasional
Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

Nasional
Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

Nasional
Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

Nasional
Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut 'New Normal' Tak Bakal Efektif

Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut "New Normal" Tak Bakal Efektif

Nasional
KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

Nasional
LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

Nasional
Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Nasional
Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Nasional
Ketua MPR Minta Penerapan 'New Normal' Berbasis Data yang Valid

Ketua MPR Minta Penerapan "New Normal" Berbasis Data yang Valid

Nasional
Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Nasional
Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era 'New Normal'

Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era "New Normal"

Nasional
Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Nasional
Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X