Wapres Jusuf Kalla Risi Bahas Kemiskinan di Hotel Mewah

Kompas.com - 09/08/2017, 13:29 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan ketika pembukaan Indonesia Development Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Australian Department of Foreign Affair and Trade, di Jakarta, Rabu (9/8/2017). Indonesia Development Forum yang diikuti berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk membahas dan mencari pemecahan permasalahan pembangunan Indonesia tersebut mengangkat tema Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17 ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AWakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan ketika pembukaan Indonesia Development Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Australian Department of Foreign Affair and Trade, di Jakarta, Rabu (9/8/2017). Indonesia Development Forum yang diikuti berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk membahas dan mencari pemecahan permasalahan pembangunan Indonesia tersebut mengangkat tema Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengungkapkan ketidaknyamanannya menghadiri acara yang membahas soal ketimpangan ekonomi dan kemiskinan di sebuah tempat yang mewah.

Hal itu disampaikan Kalla saat berbicara pada acara Indonesia Development Forum (IDF) yang digagas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Rabu (9/8/2017), di sebuah hotel bintang lima, di Jakarta.

Isu yang diangkat IDF mengenai masalah ketimpangan antar-kelompok pendapatan dalam masyarakat.

"Saya sedikit agak risi, berbicara kemiskinan di ruang yang indah ini," kata Kalla.

Baca: Kisah Keluarga Dadang, Potret Kemiskinan di Pangkal Pinang

Kalla lalu membandingkan perbedaan ketimpangan antara Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat.


"Di AS juga terkenal 1 persen lawan 99 persen. Artinya, ketimpangan juga luar biasa. Tetapi dia timpang dalam kemakmuran. Kita di Indonesia juga ada ketimpangan, antara miskin dan kaya," ujar dia.

Oleh karena itu, menurut Kalla, ketimpangan selalu bisa dilihat dari berbagai sisi yang berbeda.

"Banyak ukuran melihat ketimpangan seperti apa. Ada ketimpangan pendapatan terendah, tertinggi. Ada ketimpangan antara sektor, petani, industri dan sebagainya," kata Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X