Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Menajamkan Komunikasi Dakwah Daring dalam Ramadhan 1438 H

Kompas.com - 05/06/2017, 19:18 WIB
Umat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOUmat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorLaksono Hari Wiwoho

Ada fenomena baru yang menarik, manakala penggagas dan pembentuk opini (opinion leader) di masyarakat, kian hari kian banyak berasal dari pengguna biasa media sosial. Hal yang terasa tak mungkin dalam 10-15 tahun silam, ketika media massa konvensional masih sangat dominan.

Jika sebelumnya harus memiliki jejak rekam panjang akademik atau pergerakan, barulah bisa memengaruhi via legacy media massa, rumus serupa tak terjadi di new media. Bahkan anak baru gede (ABG) pun bisa menjadi rujukan publik setelah tulisannya menuai viralitas.

Sifat dasar media baru yang anonimitas, emosional, dan cukup menafikan jejak rekam, juga membuat opinion leader tak lagi "terkungkung" aneka aturan main karena siapa pun bisa memengaruhi khalayak dengan aturan cair dan luwes.

Situasi ini pula yang membuat antara lain memunculkan banyak para pembentuk opini yang kental spirit Islam dan dakwah, tanpa kita sebenarnya pernah mengenal lekat jejak rekamnya dalam literatur maupun organisasi keislaman.

Tentu, sekalipun kondisinya demikian dan bahkan jadi banyak bercampur konten politik praktis, situasi ini tetap harus disyukuri. Sebab, sejatinya proses berdakwah, bukanlah domain ulama dan asatidz semata, namun kewajiban seluruh Muslim.

Semakin banyak sesama Muslim mengingatkan kebaikan sekaligus mencegah hal munkar (amar ma'ruf nahi munkar) adalah kondisi ideal pada komunikasi Islami --sekalipun komunikan dan komunikator terikat kondisi anonim, emosional, dan belum lama membangun relasi jejak rekam.

Tantangannya kemudian, kehadiran pelbagai komunikator dakwah "dadakan" ini haruslah tetap hanif, amanah, dan nyata membangun kebermanfaatan bagi umat. Dalam parameter sederhana, audiens new media akan lebih baik berlaku dan bersikap setelahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekalipun tak saling mengenal satu sedari awal, tapi paparan komunikasi dakwahnya membuat yang paling mudah tampak adalah akhlaq menjadi lebih baik. Jadi, bukan masalah besar dengan kehadiran opinion leader Islami di medium siber tadi.

Selama konten yang disampaikan berada dalam koridor Al Quran dan hadis sahih, komunikator "baru" ini sesungguhnya kian memunculkan oase fungsi platform media daring di tengah berbagai kehadiran cybercrime dan hatespeech yang kian marak.

Itulah sebabnya, penulis berikhtiar menajamkan komunikasi dakwah daring pada Ramadhan 1438 Hijriah ini dengan berpijak pada dua kerangka pemikiran.  

Pertama, mari simak hadis riwayat Bukhari bahwa, "Inna ba’dha al-bayani lasihrun (Sesungguhnya dalam kemampuan berbicara yang baik terdapat kekuatan sihir)."

Status komunikator dakwah yang viral, baik di media sosial maupun grup pesan instan, adalah manifestasi ucapan Baginda Rasul SAW tersebut. Pidato kita terjemahkan tak lagi dalam medium konvensional berupa berbicara di podium depan ribuan khalayak.

Pidato kekinian jelas menggunakan sarana komunikasi mutakhir, termasuk di dalamnya adalah media sosial dan pesan instan tersebut. Dengan kemampuan menyihir khalayak tadi, rasanya sudah cukup jika viralitas konten semrawut seperti pada Pilkada Jakarta 2017 lalu, kekentalan politik praktis lebih tebal terasa daripada paparan nasehat amar ma'ruf nahi munkar serta watawa soubil haq watawa soubil sobri.  
 
Kedua, parameter komunikasi Islami antara lain tercirikan enam hal: Qaulan Sadida (perkataan benar dan tegas), Qaulan Baligha (perkataan tepat, lugas), Qaulan Ma’rufa (perkataan baik dan pantas), Qaulan Karima (perkataan mulia dan hormat), Qaulan Layinan (perkataan lemah lembut, enak didengar), dan Qaulan Maysura (perkataan ramah, dapat menyetuh hati).

Dalam amatan penulis, dua parameter awal yang baru dirasakan sementara empat parameter terakhir relatif belum kuat atau massif terlaksana secara keseluruhan. Artinya, dampak dakwah cenderung belum seluruhnya efektif efisien di masyarakat.

Justru, karena itulah, terutama lemahnya pelaksanaan parameter Qaulan Maysura, imaji yang kemudian terbangun seolah-olah komunikator dakwah media daring banyak yang sekedar politisasi ayat, kapitalisasi dalil, hingga Islam yang "pemaksa."

Dalam spirit sepuluh hari pertama Ramadhan ini, dan terutama selepas bulan puasa ini, penulis menyodorkan sejumlah strategi perancangan komunikasi dakwah daring yang lebih kokoh serta mampu merangkul lebih banyak warganet.

Yang utama secara prinsip adalah merancang dengan matang konten yang akan dirilis. Namun, di sisi lain tetap memperhitungkan kecepatan penggunggahan, ketepatan momentum, hingga dampak krisis komunikasi yang akan muncul.

Sifat irreversible communication menuntut komunikator dakwah daring jangan pernah merilis konten yang mentah dan tak benar dikuasainya. Alih-alih niat baik mengajak warganet dalam kebaikan, yang terjadi adalah respon negatif yang dieksploitasi.

Terutama untuk komunikasi dalam bentuk lisan, tidak bisa didasarkan pada spontanitas dan improvisasi materi dakwah secara terus menerus. Hal ini karena jelas lebih mungkin memunculkan krisis komunikasi daripada ketepatan efek komunikasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

Nasional
Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Nasional
Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Nasional
Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Nasional
AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

Nasional
BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Nasional
BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Nasional
PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

Nasional
Orangtua Diminta Mengantar Anak Remajanya Ikuti Vaksinasi Covid-19

Orangtua Diminta Mengantar Anak Remajanya Ikuti Vaksinasi Covid-19

Nasional
UPDATE: 4,25 Juta Kasus Covid-19, Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Sudah 47,49 Persen

UPDATE: 4,25 Juta Kasus Covid-19, Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Sudah 47,49 Persen

Nasional
Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Dampak Erupsi Semeru, Pimpinan DPR: Segera Buat Posko Darurat

Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Dampak Erupsi Semeru, Pimpinan DPR: Segera Buat Posko Darurat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.