Menajamkan Komunikasi Dakwah Daring dalam Ramadhan 1438 H

Kompas.com - 05/06/2017, 19:18 WIB
Umat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOUmat muslim menjalankan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorLaksono Hari Wiwoho

Demikian pula yang memilih dalam bangun rupa tulisan dan multimedia. Pikirkan dan rancang sedari awal dengan tepat tapi cepat, karena jika kemudian misalnya postingan tersebut dihapus, ini adalah afirmasi desain komunikasi yang jelek dan otomatis akan kontraprodutif.

Ingat, kemudahan penyebaran informasi pada era konvergesi media saat ini adalah anugerah yang selalu harus dibantengi agar jangan jadi musibah dengan penguatan peran dan fungsi profesionalisme para pegiat dakwah Islam.

Ide Ronald Deibert (1997) bahwa hypermedia/cybermedia sudah semakin sahih karena demikian mudahnya dan luwesnya pergerakan informasi digital antar berbagai media melalui perantaraan gawai. Telepon genggam, tweets, surel, media sosial, pesan teks, kamera digital, video online, hingga surat kabar elektronik, demikian mudahnya membentuk lingkungan yang komunikatif.

Selain perancangan matang, patut juga dipikirkan tentang kemampuan pengelolaan arus komunikasi yang berlangsung beberapa arah. Peran produsen dan penerima informasi pada hari ini bukan saja saru, tapi bahkan diacak, sehingga lebih banyak masyarakat yang mampu berperan membentuk pesan komunikasi. Ini membuat proses timbal balik kian kental dan intens dalam budaya digital masyarakat Indonesia saat ini.

Namun sekali lagi, dalam hemat penulis, timbal balik yang tak betul dikelola ini dapat dengan mudah tercipta kondisi chaos informasi di masyarakat saking tergagap dan rusuhnya proses penyebaran dan respons informasi.

Last but not least, penguatan peran nyata para komunikator dakwah tersebut dalam wujud civic journalism yang bermartabat. Yakni, pendakwah daring tak sebatas berkutat dengan kata, namun menyitir WS Rendra, juga mampu melakukan "perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata".

Inilah era yang kian mendorong komunikator dakwah new media tak sekadar menyampaikan berita, opini, hingga kritik sosial semata. Lebih jauh dari itu, berupaya menciptakan dan mendorong kemajuan secara konkret, sekaligus memotivasi semangat masyarakat dalam memberikan kiprah terbaik bagi negeri ini.

Spirit inilah yang harus kita jaga bersama. Tekad turun tangan langsung dengan gigih guna menciptakan solusi dan medium atas kemajuan bangsa. Bangsa ini memerlukan individu dan kelompok yang bersama mencarikan solusi konkret, alih-alih sekadar kritik tidak konstruktif. Semuanya tak berhenti dalam tataran wacana, namun jauh dari itu, bisa menggerakkan kebaikan dan produktivitas publik.

Pada akhirnya, semoga Ramadhan 1438 H ini mampu kita isi dengan enam parameter spirit komunikasi Islami tersebut. Agar apa pun bentuk medianya (legacy/new media) kita tak terus berkutat dalam adu wacana tak bertepi, seraya lupa peluang emas mendulang lautan pahala di bulan langka ini. Wallahu a'lam.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yuri: Terapkan Protokol Kesehatan Bukan Karena Anjuran Pemerintah!

Yuri: Terapkan Protokol Kesehatan Bukan Karena Anjuran Pemerintah!

Nasional
TNI-Polri Janji Kedepankan Humanisme Saat Mengawal New Normal

TNI-Polri Janji Kedepankan Humanisme Saat Mengawal New Normal

Nasional
 591 Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini, Rekor Tertinggi Sejak Kasus Perdana

591 Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini, Rekor Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Nasional
Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

Nasional
UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

Nasional
UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

Nasional
Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Nasional
Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Nasional
Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Nasional
Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Nasional
Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Nasional
Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X