Bupati Tanggamus: Saya Berikan Uang ke Anggota DPRD karena Diminta

Kompas.com - 02/02/2017, 21:01 WIB
Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan mengenakan rompi tahanan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/12/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINBupati Tanggamus Bambang Kurniawan mengenakan rompi tahanan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/12/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati nonaktif Tanggamus, Bambang Kurniawan, mengaku memberikan uang kepada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tanggamus.

Menurut Bambang, pemberian tersebut ia lakukan karena diminta oleh masing-masing anggota dewan.

"Jadi, intinya saya memberikan uang kepada anggota dewan, karena mereka meminta. Setelah saya berikan, lalu dilaporkan," ujar Bambang seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Bambang merasa dirinya dijebak oleh anggota DPR yang meminta uang. Menurut Bambang, ada sekitar delapan orang yang meminta uang kepadanya.

"Yang tidak minta ya tidak saya berikan. Sudah saya laporkan orang-orangnya," kata Bambang.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bambang Kurniawan sebagai tersangka setelah diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2016.

(Baca: KPK Tetapkan Bupati Tanggamus sebagai Tersangka Suap)

Menurut KPK, Bambang menyuap sejumlah anggota DPRD dengan nilai yang bervariasi.

Penyelidikan KPK terhadap Bupati Tanggamus diawali adanya laporan masyarakat tentang proses pembahasan APBD Kabupaten Tanggamus.

Dalam kasus ini, terdapat anggota DPRD yang sudah menyerahkan uang suap kepada KPK.

(Baca juga: Jadi Saksi Kasus Suap, 8 Anggota DPRD Tanggamus Dapat Perlindungan LPSK)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X