Kompas.com - 23/01/2017, 20:14 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai usulan ambang batas pencapresan atau presidential threshold pada Pemilu 2019 merupakan suatu hal yang tidak masuk akal.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, konsekuensi logis dari adanya pemilu serentak ialah hilangnya ambang batas pencapresan.

Sebab, pelaksanaan pemilu legislatif dan eksekutif berlangsung bersamaan.

"Kalau dipakai hasil pileg (pemilu legislatif) 2014, kenapa enggak pakai 2009 sekalian," kata Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/1/2017).

"Kita harus pakai nalar dalam membuat peraturan ke depan. Ya memang tidak boleh ada sama sekali. 0 persen saja," ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan hasil pileg 2014 sebagai dasar ambang batas pencapresan dinilai tidak relevan. Sebab, konfigurasi politik di tahun 2019 sangat mungkin berbeda.

Karena itu, jika dipaksakan, pemilu presiden 2019 bisa menjadi inkonstitusional.

"Itulah makna keserentakan itu. Jadi presidential threshold dengan sendirinya tidak ada, karena serentak dengan pileg. Kecuali ada dua tahap lagi. Kalau serentak enggak usah lagi ada presidential threshold," kata dia.

Kompas TV DPR dan Pemerintah Bahas Revisi UU Pemilu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.