Kompas.com - 10/11/2016, 18:22 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2016)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai terdapat hikmah dari Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang bisa diambil nilainya untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Rabu (9/11/2016) kemarin, Donald Trump menjadi presiden terpilih AS mengalahkan lawannya, Hillary Clinton. Fahri mengatakan, pertarungan antara Trump dan Hillary menjadi pemilu paling ketat sepanjang sejarah AS.

Ia menyinggung mengenai pidato yang dibawakan tiga pihak. Pertama, Trump yang membawakan pidato kemenangan. Hillary membawakan pidato menerima kekalahan (acceptance speech) dan Barack Obama membawakan pidato transisi.

Meski ada demonstrasi di sejumlah wilayah, tetapi pihak yang kalah dapat menerima dengan baik. Presiden yang masih menjabat juga ikhlas dalam menyerahkan tampuk kepemimpinannya.

"Negara dewasa dalam suatu pemilu yang paling ketat sepanjang sejarah Amerika. Ini pelajarannya besar buat kita, setegang apa pun pilpres, apalagi pilkada. Pilkada itu kan sebenarnya enggak ada apa-apanya, peristiwa lokal saja," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Fahri menambahkan, Hillary saat membacakan pidatonya menghibur para pendukungnya dan memberi percikan semangat agar remaja-remaja perempuan di AS memiliki harapan besar untuk kelak menjadi pemimpin AS.

"Memang belum bisa 'pecah telor', istilahnya. Tapi, saya (Hillary) yakin suatu hari akan ada perempuan yang bisa jadi presiden. Karena itu, teruslah bermimpi," kata Fahri.

Begitu pula dengan Obama. Saat masa kampanye, sambung Fahri, presiden AS tersebut bahkan tak mau menyebut nama Trump karena ketidaksukaannya pada figur pengusaha tersebut.

Namun, setelah ada fakta kemenangan, Obama dengan besar hati menyampaikan ucapan selamat kepada Trump.

"Dia langsung berpidato bahwa timnya dan tim presiden terpilih sedang menyiapkan masa transisi. 'Kami (pihak Obama) akan meninggalkan kantor untuk presiden baru dengan keadaan baik agar Trump bisa bekerja dengan situasi yang lebih baik'," tutur Fahri.

Mengambil nilai dari pemilu presiden AS, kata Fahri, seharusnya Pilkada DKI Jakarta yang tegang nantinya bisa berakhir damai dan tentang.

"Pilkada Jakarta itu enggak ada apa-apanya untuk orang Bali, Maluku, NTB, Aceh, dan lainnya.  Kenapa harus dibikin tegang," kata Fahri.

"Pilpres saja, orang Amerika yang istilahnya divided nations saja sekarang pecah karena narasinya Trump konservatif, ultranasionalis. Tapi, setelah pemilu selesai, presiden terpilih penuh percaya diri untuk memimpin bangsanya," ujarnya.

Kompas TV Fahri Hamzah Yakin Trump Untungkan Investasi Indonesia

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Nasional
Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

Nasional
UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

Nasional
UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

Nasional
Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Nasional
Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Nasional
Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X