Targetkan Kuota Haji 211.000 Anggota Jemaah, Pemerintah dan DPR Lobi OKI dan Arab Saudi

Kompas.com - 27/09/2016, 05:49 WIB
Jemaah haji mengeliling Ka’bah di Mekkah, Saudi Arabia. Associated Press/Mosa'ab ElshamyJemaah haji mengeliling Ka’bah di Mekkah, Saudi Arabia.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada kemungkinan kuota haji jemaah Indonesia tahun depan kembali normal menjadi 211.000 anggota jemaah. Dengan adanya renovasi Kompleks Masjidil Haram sebelumnya, Indonesia hanya memperoleh kuota untuk 168.800 anggota jemaah.

Untuk mendukung langkah tersebut, DPR akan turun tangan bersama Kementeriam Agama dengan ikut melobi Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Kerajaan Arab Saudi dalam bentuk diplomasi parlemen. Hal itu disampaikan Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2016).

"Kami dari Kementerian Agama sangat mengapresiasi langkah DPR yang mau melakukan muhibah (kunjungan diplomasi) bersama kami ke OKI dan Arab Saudi untuk melobi agar kuota haji Indonesia kembali normal karena renovasi Kompleks Masjidil Haram tahun depan selesai," kata Lukman.

Dalam kunjungan itu, Lukman bersama DPR akan melobi mekanisme penetapan kuota haji tahunan di dunia yang menggunakan ukuran satu per seribu jumlah penduduk Muslim di suatu negara.


Menurut Lukman, metode penghitungan tersebut sudah tidak relevan sebab di satu sisi ada negara yang antreannya mencapai puluhan tahun. Namun, ada pula negara yang tidak mengantre dan bahkan tak terserap optimal kuotanya.

"Harapannya, adanya bantuan lobi dari DPR nanti akan semakin meyakinkan OKI dan Arab Saudi, ditambah pula masih ada 10.000 kuota tambahan lagi yang tengah diusahakan Presiden. Semoga semuanya bisa disetujui," lanjut Lukman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X