Belajar dari Pesawat Singapore Airlines yang Terbakar

Kompas.com - 28/06/2016, 13:15 WIB
Sayap kanan B777 Singapore Airlines yang terbakar sesaat setelah mendarat darurat di bandara Changi, SIngapura karena kebocoran oli, Senin (27/6/2016) pagi. Channel News AsiaSayap kanan B777 Singapore Airlines yang terbakar sesaat setelah mendarat darurat di bandara Changi, SIngapura karena kebocoran oli, Senin (27/6/2016) pagi.
EditorHeru Margianto

Sebuah pesawat milik maskapai Singapore Airlines mengalami kerusakan mesin sehingga harus melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Changi, Singapura, Senin (27/6/2016).

Penerbangan SQ368 itu seharusnya terbang dari Changi menuju Milan, Italia. Namun setelah sekitar dua jam mengudara, pilot melaporkan adanya masalah di mesin, yang memaksa pesawat kembali ke Singapura.

Pesawat Boeing 777 itu akhirnya mendarat pada sekitar pukul 7.00 pagi waktu setempat.

Tanpa diduga, saat pesawat menyentuh landasan, keluar percikan api yang seketika melalap sayap kanan pesawat itu. Dipastikan, tak ada korban luka dan 222 penumpang serta 19 kru pesawat dalam kondisi selamat. (kompas.com)

Peristiwa ini tercatat sebagai sebuah kejadian yang mengagumkan, karena situasi dan keadaan darurat dapat ditangani dengan sangat baik, sehingga tidak ada korban yang berjatuhan.

Tidak heran banyak pihak yang memuji Singapore Airlines dan Bandara Changi atas tingkat profesionalitas yang dipertunjukkan dalam bidang tugasnya.

Dunia penerbangan adalah lingkungan yang sangat melekat dengan kemajuan teknologi. Semua yang berkait dengan kemajuan teknologi selalu berada dan menuntut keteraturan yang sangat hitam putih sifatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam operasi penerbangan, maka mekanisme kerjanya sudah dipagari dengan demikian banyak aturan ketentuan dan regulasi yang bertujuan memberikan jaminan keamanan bagi semua orang yang terlibat didalamnya.

Itu sebabnya, bila semua aturan, ketentuan dan regulasi yang telah ditentukan itu dipatuhi dengan baik maka kemungkinan terjadinya kecelakaan akan menjadi kecil sekali.

Prosedur

 

Semua ketentuan, regulasi dan aturan tersebut dituangkan dalam sebuah tata kerja yang dikenal sebagai “normal procedures”.

Menyadari benar akan keterbatasan dari kemampuan manusia dalam mengoperasikan apapun yang tetap masih akan tergantung kepada faktor lain, seperti cuaca, faktor teknis dan lain sebagainya, maka diantisipasi bahwa dalam operasi penerbangan pasti akan tetap berhadapan juga dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Untuk itulah dalam dunia penerbangan telah dibuat pula sebuah tata cara kerja untuk menghadapi kemungkinan kecelakaan yang dikenal dengan terminologi “emergency procedures”.

Dengan demikian menjadi jelas sekali bahwa dalam kegiatan operasi penerbangan memang telah ditentukan sebuah panduan agar dapat bekerja dengan aman dan selamat.

Panduan itu bernama “normal procedures”. Bila kemungkinan tentang kecelakaan yang mungkin saja dapat terjadi sudah pula dibuat panduan kerja untuk mengatasi agar kemungkinan atau bahkan kecelakaan yang sudah sempat terjadi, dapat diatasi dengan baik.

Dalam hal ini pengertiannya adalah korban dan akibat buruk kerusakan lainnyanya dapat di tekan ke tingkat yang paling minimal. Panduan ini disebut atau dikenal sebagai “emergency procedures”.

Nah, tingkat profesionalitas dari para praktisi dibidang penerbangan, terutama sekali akan diukur dari sejauh mana mereka menguasai dengan baik bidang kompetensinya termasuk keterampilan dalam melaksanakan “normal procedures” dan tingkat penguasaannya dalam antisipasi saat mengerjakan “emergency procedures”, bila terjadi kecelakaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Nasional
OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

Nasional
1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

Nasional
Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

Nasional
Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Nasional
Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Nasional
KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

Nasional
Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Nasional
Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Nasional
Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Nasional
Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Nasional
Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.