Teruslah Bekerja, Jangan Berharap kepada Negara

Kompas.com - 23/05/2016, 07:55 WIB
Mural menghiasi tembok tua di sisi timur Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Mural ini berisi ajakan kepara rakyat untuk terus bekerja di tengah kondisi negara yang tidak bisa diharapkan. Difoto tahun 2010, tembok tempat mural ini sudah dirobohkan. Kompas/Wisnu NugrohoMural menghiasi tembok tua di sisi timur Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Mural ini berisi ajakan kepara rakyat untuk terus bekerja di tengah kondisi negara yang tidak bisa diharapkan. Difoto tahun 2010, tembok tempat mural ini sudah dirobohkan.
EditorHeru Margianto

Tidak hanya itu, pada saat bersamaan muncul kasus penggelapan, pencucian uang, dan korupsi oleh pegawai Dirjen pajak golongan III A, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaga asa akan Indonesia yang lebih baik ada dalam ancaman serius "para buaya".

Untuk kasus-kasus penting ini dan kasus-kasus lainnya, negara dirasa tidak berdaya dan karenanya tidak dapat diandalkan mengatasinya. Situasi seperti ini yang mengantar para seniman Yogyakarta menghias tembok-tembok di kota mereka dengan mural.

Pesan muralnya tunggal yaitu ajakan untuk terus bekerja, jangan berharap pada negara.

Empat tahun kemudian, pemimpin negara yang mengecewakan dan tidak mereka harapkan itu tidak lagi berkibar. Partai pendukungnya mendapat hukuman setimpal lewat menyusut tajamnya perolehan saura. Mereka yang terbukti korupsi mendekam di penjara.

Padahal, setahun sebelumnya, kemenangannya disambut dengan gegap gempita, dibanga-banggakan, dan dirayakan oleh mereka yang sebagian kini mendekam di penjara. 

Pesan yang sama

Kini, pesan yang sama disuarakan lagi dengan media berbeda yaitu musik dangdut yang bisa diunduh gratis siapa saja dan dari mana saja. Media ini menurut saya lebih berbahaya karena tidak bisa dirobohkan penguasa atau aparat negara seperti mural di tembok-tembok tua kota kita.

Untuk meluaskan kesadaran akan kekacauan atau situasi kewer-kewer di negara ini, sedang disiapkan rangkaian tur di sepanjang Pantai Utara Jawa dan daerah-daerah sekitarnya. Jika tidak bentrok dengan agenda lainnya, Glenn Fredly akan bergabung bernyanyi di tempat-tempat yang akan dilewati.

Banyak cara untuk menyatakan kecewa. Libertaria bersama 10 musisi menyatakannya dengan "Kewer-kewer" yang membungkus kritik mereka kepada situasi saat ini dan negara. Sementara mengkritik, mereka terus bekerja.

Kerja akan membebaskan mereka dari kecewa. Negara saat ini dirasa tidak cukup memadai menjalankan perannya meskipun semboyannya sama bahkan diulang sampai tiga: kerja, kerja, kerja.

Mungkin, negara dan para penyelenggaranya juga kecewa. Mungkin juga kecewanya lipat tiga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Jika Mutasi Virus Corona Dibiarkan, Bisa Berdampak Buruk Bagi Penanganan Pandemi

Satgas: Jika Mutasi Virus Corona Dibiarkan, Bisa Berdampak Buruk Bagi Penanganan Pandemi

Nasional
Soal Uji Formil UU KPK, Ahli: Tak Hanya KPK, MK Juga Mati

Soal Uji Formil UU KPK, Ahli: Tak Hanya KPK, MK Juga Mati

Nasional
Tenggelamnya KRI Nanggala jadi Momentum Evaluasi Alutsista Milik TNI

Tenggelamnya KRI Nanggala jadi Momentum Evaluasi Alutsista Milik TNI

Nasional
Densus 88 Tangkap Buron Teroris Yusuf Iskandar di Sukabumi

Densus 88 Tangkap Buron Teroris Yusuf Iskandar di Sukabumi

Nasional
Soal Batas Waktu WNA dari India Dilarang Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Soal Batas Waktu WNA dari India Dilarang Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Kerumunan di Konser Musik hingga Pusat Perbelanjaan Tak Terulang

Satgas Covid-19 Minta Kerumunan di Konser Musik hingga Pusat Perbelanjaan Tak Terulang

Nasional
Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Nasional
Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Nasional
Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Nasional
Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Nasional
Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Nasional
Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Nasional
Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Nasional
Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X