Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Bukan Gaji, Apa yang Dicari Pilot Asing di Indonesia?

Kompas.com - 10/05/2016, 14:32 WIB
Calon pilot berlatih di dalam mesin simulator penerbangan milik Garuda Indonesia di Pusdiklat Garuda, Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (26/6/2014). Pelatihan keselamatan penerbangan bagi awak kabin semakin menjadi prioritas utama bagi maskapai penerbangan. TRIBUNNEWS / DANY PERMANACalon pilot berlatih di dalam mesin simulator penerbangan milik Garuda Indonesia di Pusdiklat Garuda, Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (26/6/2014). Pelatihan keselamatan penerbangan bagi awak kabin semakin menjadi prioritas utama bagi maskapai penerbangan.
EditorWisnu Nugroho

Pagi hari kemarin tanggal 9 Mei 2016, saya diminta memberikan pembekalan kepada lebih kurang 50 orang student pilot yang akan diwisuda minggu depan di Bandung. Betapa bangganya melihat anak-anak Indonesia usia remaja yang begitu bersemangat menghadapi tantangan global dengan mencoba berprestasi sebagai pilot Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum, 10 tahun bekakangan ini, Indonesia kekurangan pilot. Itu antara lain yang merangsang cukup banyak orang melihat peluang bisnis dalam mengelola sebuah “Flying School”.

Konon, sampai saat ini sudah terdapat tidak kurang dari 20 Flying School di Indonesia, di luar miliki pemerintah (Kementrian Perhubungan) di Curug dan Banyuwangi.

Hebat, sekolah pilot tumbuh subur, namun penyaluran para lulusannya tidak tertampung dengan baik dalam satu sistem baku untuk mengisi kekurangan tenaga pilot di maskapai-maskapai penerbangan nasional.

Dari segi keterampilan, anak-anak Indonesia sebenarnya memiliki keistimewaan termasuk dalam menerbangkan pesawat terbang. Di samping itu, cukup banyak anak-anak muda yang menaruh minat menjadi pilot.

Sayangnya, sekali lagi sangat disayangkan belum ada satu perencanaan yang matang dalam mengelola sumber daya manusia penerbangan terutama pilot dalam kaitannya dengan pertumbuhan penumpang pengguna jasa angkutan udara yang cukup pesat di tanah air tercinta belakangan ini.

Banjir pilot asing

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Animo yang begitu besar tidak dapat tertampung di sekolah pemerintah, sementara sekolah swasta biayanya amat sangat mahal. Inilah cikal bakal penyebab semakin banyaknya pilot asing berdatangan ke Indonesia mencari nafkah.

Yang sangat disayangkan lagi adalah belum ada regulasi yang mengatur keberadaan pilot asing di Indonesia dalam hubungannya dengan upaya melindungi eksistensi pilot pribumi.

Pilot asing mulai membanjiri Indonesia sejak tahun 2007. Keberadaan pilot asing kerap memberikan kekeliruan persepsi dari sementara orang yang beranggapan bahwa hal tersebut adalah sangat positif agar pilot kita dapat juga belajar dari pilot asing.

Agak keliru karena pada kenyataanya pilot asing yang masuk ke Indonesia pada umumnya adalah pilot-pilot yang masih bau kencur alias anak kemarin sore dengan jam terbang minim.

Justru mereka menggunakan kesempatan emas di Indonesia untuk memperoleh jam terbang yang cukup untuk kemudian pulang menjadi pilot senior di negaranya sendiri atau negara lain. Indonesia adalah surganya pilot hijau dari luar negeri karena mudah mendapatkan kesempatan terbang dibanding di negeri mereka sendiri.

Mereka tidak begitu mementingkan berapa dibayar, karena targetnya adalah memperoleh jam terbang yang cukup untuk bisa bekerja di negara lain.

Berbeda dengan pilot Indonesia yang bekerja di luar negeri yang hanya akan dapat memperoleh “provisional license” (jika keluar dari maskapai tempat bekerja tidak bisa otomatis pindah ke maskapai lainnya di negeri itu).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Penjelasan Satgas soal Varian Corona AY.4.2 yang Merebak di Inggris

Nasional
Raker di Yogyakarta, Ketua KPK: Mengkaji dan Mengevaluasi Trisula Pemberantasan Korupsi

Raker di Yogyakarta, Ketua KPK: Mengkaji dan Mengevaluasi Trisula Pemberantasan Korupsi

Nasional
Naik Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Hasil Antigen, Begini Ketentuannya

Naik Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Hasil Antigen, Begini Ketentuannya

Nasional
Kapan Syarat PCR Akan Diperluas ke Transportasi Lain? Ini Jawaban Satgas

Kapan Syarat PCR Akan Diperluas ke Transportasi Lain? Ini Jawaban Satgas

Nasional
Satgas: Laboratorium Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR Dicabut Izinnya

Satgas: Laboratorium Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR Dicabut Izinnya

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat di Pusat Belanja Meningkat hingga 22,14 Persen

Satgas: Mobilitas Masyarakat di Pusat Belanja Meningkat hingga 22,14 Persen

Nasional
Dari Empat Kandidat Ini, Siapakah yang Paling Tepat Jadi Gubernur Ibu Kota Negara?

Dari Empat Kandidat Ini, Siapakah yang Paling Tepat Jadi Gubernur Ibu Kota Negara?

Nasional
Singgung Kemenangan PDI-P Hadapi Gugatan Mantan Kader, Mega: Saya Bukan Sembarang Pecat

Singgung Kemenangan PDI-P Hadapi Gugatan Mantan Kader, Mega: Saya Bukan Sembarang Pecat

Nasional
Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Terapkan Hukuman Mati untuk Kasus Mega Korupsi

Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Terapkan Hukuman Mati untuk Kasus Mega Korupsi

Nasional
93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi Minta Pemuda Saling Memberdayakan

93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi Minta Pemuda Saling Memberdayakan

Nasional
Cegah TPPU dan Pendanaan Terorisme, PPATK Luncurkan Financial Integrity Rating 2021

Cegah TPPU dan Pendanaan Terorisme, PPATK Luncurkan Financial Integrity Rating 2021

Nasional
Hari Sumpah Pemuda, Puan Minta Generasi Muda Maknai Keberagaman Indonesia

Hari Sumpah Pemuda, Puan Minta Generasi Muda Maknai Keberagaman Indonesia

Nasional
Megawati: Kalau Enggak Suka Lagi Sama PDI-P Silakan Mengundurkan Diri

Megawati: Kalau Enggak Suka Lagi Sama PDI-P Silakan Mengundurkan Diri

Nasional
Singgung UU Cipta Kerja, AMAN Nilai Indonesia Dibentuk Jadi Bangsa Tidak Beradab

Singgung UU Cipta Kerja, AMAN Nilai Indonesia Dibentuk Jadi Bangsa Tidak Beradab

Nasional
UPDATE 28 Oktober: 259.541 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,14 Persen

UPDATE 28 Oktober: 259.541 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,14 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.