Pembukaan Final Piala Sudirman, Satu Penerjun Payung Tersangkut di Atap Stadion GBK

Kompas.com - 24/01/2016, 19:27 WIB
Seorang penerjun payung tersangkut di atap Stadion Gelora Bung Karno saat acara pembukaan laga final Piala Sudirman, Minggu (24/1/2016) malam. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOSeorang penerjun payung tersangkut di atap Stadion Gelora Bung Karno saat acara pembukaan laga final Piala Sudirman, Minggu (24/1/2016) malam.
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah insiden terjadi menjelang pelaksanaan laga final sepak bola Piala Sudirman antara Semen Padang melawan Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2016) malam.

Peristiwa itu terjadi saat pembukaan acara didahului dengan aksi terjun payung yang dilakukan oleh personel TNI.

Dari arah tribun penonton, tiba-tiba saja seorang penerjun payung terlihat tersangkut di atap GBK.

Sontak, kejadian ini menyita perhatian ribuan penonton yang sudah memadati stadion sejak sore hari.


Pantauan Kompas.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.03 di Sektor 22. Penerjun payung yang tak berdaya itu terlihat menggantung dengan tali-temali di sekitar pundak yang mengikat tubuhnya.

Parasut yang sebelumnya melilit dan terjuntai ke tribun penonton tepat di bawahnya akhirnya dilepaskan oleh penerjun payung ini.

Hingga kini, penerjun payung itu masih terlihat menggantung di ujung atap stadion. Dua personel TNI masih berusaha menolong rekannya itu dengan memanjat dan berjalan di atap stadion.

Pada saat insiden ini terjadi, Presiden Jokowi belum terlihat hadir di lokasi. Seharusnya Presiden beserta rombongan hadir sekitar pukul 18.30 untuk menyaksikan laga final di stadion terbesar di Indonesia ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Nasional
RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

Nasional
Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Nasional
Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Nasional
Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Nasional
Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Nasional
Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Nasional
Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Nasional
Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Nasional
Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Nasional
Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Nasional
Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Nasional
Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Nasional
Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X