Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut: Presiden Harus Pakai Pesawat yang Aman

Kompas.com - 24/11/2015, 20:12 WIB
Indra Akuntono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mendukung rencana pembelian helikopter kepresidenan jenis AgustaWestland AW101, buatan Italia.

Menurut Luhut, sudah selayaknya Presiden menggunakan helikopter yang terjamin keamanannya.

"Pesawat-pesawat alat angkut untuk Presiden itu harus diberikan yang paling aman," kata Luhut, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Luhut mengungkapkan, helikopter Super Puma yang digunakan untuk membantu mobilitas Presiden sudah tua. Helikopter buatan itu dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia sekitar tahun 1980-an.

"Masa (Super Puma) mau dipakai terus. Jadi kita nyarilah helikopter yang lebih baik dan keamanannya juga lebih bagus," ungkapnya. (Baca: Daripada Beli Helikopter Impor, Jokowi Disarankan Beli Super Puma Terbaru)

Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun depan direncanakan tidak lagi menggunakan helikopter kepresidenan jenis lama, yakni Super Puma, produksi tahun 1980.

TNI Angkatan Udara akan menggantinya dengan yang baru, yaitu Agusta Westland AW-101. (Baca: Jokowi Akan Pakai Helikopter Baru, Super Puma Diganti Agusta Westland AW-101)

Helikopter AW-101 tercatat memiliki standar pengamanan modern, seperti perahu karet dan sarana bantalan udara yang mengembang seperti air bag (kantong udara) saat terjadi benturan.

Helikopter tersebut mampu mengangkut 13 penumpang dan memiliki kenyamanan serta ruang kabin yang lebih luas dibandingkan dengan helikopter Super Puma. (Baca: Ini Detail Pesawat Kepresidenan Indonesia)

Helikopter kepresidenan jenis Agusta Westland AW-101 rencananya akan dioperasikan oleh Skuadron Udara 45 VVIP, yang berpangkalan di Lanud Halim.

Selama ini, Skuadron Udara 45 yang dibentuk sejak tahun 2011 mengoperasikan lima helikopter Super Puma. Mereka sebelumnya tergabung dalam Skuadron Udara 17 VVIP yang mengoperasikan pesawat fixed wing dan rotary wing (helikopter).

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Halim Perdanakusuma Mayor (Sus) Dodo Agusriadi menambahkan, Skuadron Udara 45 selama ini telah mengamankan transportasi presiden, wapres, serta pejabat tinggi negara lainnya di Jawa dan luar Jawa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com