Atasi Kebakaran Hutan, Polri Terjunkan 70 Penyidik dan Ratusan Brimob

Kompas.com - 16/09/2015, 15:16 WIB
Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 5 September 2015. Kabut asap yang menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia. AFP PHOTO / ABDUL QODIRPetugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 5 September 2015. Kabut asap yang menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Mabes Polri menerjunkan dua satuan tugas (satgas) terkait kebakaran hutan di Indonesia. Dua Satgas itu adalah Satgas Penyidik dan Satgas Pemadam Kebakaran.

"Satgas penyidik itu jumlahnya 70 orang," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan di kantornya, Rabu (16/9/2015).

Anton mengatakan, mereka adalah penyidik-penyidik terbaik yang diambil mulai dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri hingga Direktorat Kriminal Khusus sejumlah Kepolisian Daerah di mana kebakaran hutan terjadi.

Tugas mereka, kata Anton, adalah membantu penanganan perkara kebakaran hutan, baik yang diduga dilakukan peseorangan atau yang melibatkan korporasi.

Adapun, jumlah Satgas pemadam kebakaran hutan yang turut diterjunkan berjumlah 752 personel. Mereka adalah personel Brigadir Mobil yang dimobilisasi dari sejumlah Kepolisian Daerah.

"Berdasarkan pemantauan satelit, saat ini ada 1.041 titik api di Jambi, Riau, Lampung, Sumatera Selatan dan beberapa provinsi lain. Mereka diterjunkan ke titik-titik itu," ujar Anton.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X