Teten Baru Tahu Dipilih Jadi Kepala Staf Kepresidenan Satu Jam Sebelum Pelantikan

Kompas.com - 02/09/2015, 10:21 WIB
Didampingi Tim Komunikasi Publik Presiden, Teten Masduki, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan seputar pernikahan anaknya di sebuah rumah makan di Jakarta, Senin (8/6/2015). Dalam keterangannya, Presiden akan tetap menjalankan roda pemerintahan dari Solo selama mengikuti prosesi pernikahan putra sulungnya. KOMPAS/WISNU WIDIANTORODidampingi Tim Komunikasi Publik Presiden, Teten Masduki, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan seputar pernikahan anaknya di sebuah rumah makan di Jakarta, Senin (8/6/2015). Dalam keterangannya, Presiden akan tetap menjalankan roda pemerintahan dari Solo selama mengikuti prosesi pernikahan putra sulungnya.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Teten Masduki mengaku baru tahu akan dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan sekitar satu jam sebelum acara pelantikan. Kabar pelantikan dirinya menjadi Kepala Staf Kepresidenan disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno melalui telepon pada Rabu (2/9/2015) pagi.

"Baru pagi tadi, pukul 08.00 lebihlah, setengah sembilan," ucap Teten seusai dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Teten menjadi Kepala Staf Kepresidenan sekitar pukul 09.20 WIB. Sebelum menjadi Kepala Staf Kepresidenan, Teten menjabat sebagai anggota Tim Komunikasi Presiden.

Teten mengungkapkan, Keputusan Presiden Nomor 91/P Tahun 2015 mengenai dirinya yang menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan baru ditandatangani Jokowi pada pagi tadi. (Baca: Teten Masduki, dari Guru, Aktivis, hingga Kepala Staf Presiden)


"Kemarin, saya seharian sama Bapak (Jokowi), Bapak enggak bilang. Ya sudah, saya ditugaskan oleh beliau di Kepala Staf Kepresidenan," ujar mantan Koordinator ICW itu.

Pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Kompas.com sempat menghubungi Teten untuk mengonfirmasi siapa orang yang dipilih Jokowi menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Namun, Teten menjawab bahwa nama Kepala Staf Kepresidenan masih ada di kantong Jokowi.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat itu menolak menjawab ketika ditanya siapa Kepala Staf Kepresidenan yang baru. Sebelum pelantikan, beredar informasi nama selain Teten yang akan dilantik.

Baru sekitar pukul 09.00 WIB, Pramono memberikan jawaban melalui pesan singkat. "Teten," tulis Pramono.

Teten mengaku tidak pernah dipanggil Jokowi untuk membicarakan jabatan Kepala Staf Kepresidenan yang akan dijalankannya. Wartawan baru tahu Teten akan dilantik setelah melihat mantan calon wakil gubernur Jawa Barat itu mengenakan kopiah ketika Presiden Jokowi akan memasuki ruang pelantikan.

"Ya, sudahlah saya akan jalankan tugas ini dengan baik," kata Teten.

Pelantikan Teten dilakukan bersamaan dengan diberhentikannya Luhut sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dengan jabatan barunya ini, Teten akan mendapat fasilitas keuangan dan fasilitas lain setara dengan menteri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X