Lebaran di Rutan KPK, Sutan Bhatoegana Dapat Kiriman Lontong Medan

Kompas.com - 17/07/2015, 11:27 WIB
Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, terkait perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam pembahasan APBN-P 2013 Kementerian ESDM, Kamis (21/5/2015). Siidang lanjutan ini mengagendakan mendengarkan keterangan saksi termasuk mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno. TRIBUNNEWS/HERUDINMantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, terkait perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam pembahasan APBN-P 2013 Kementerian ESDM, Kamis (21/5/2015). Siidang lanjutan ini mengagendakan mendengarkan keterangan saksi termasuk mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno.
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Mantan Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang mendekam di rumah tahanan KPK mendapat kiriman lontong sayur medan dari keluarga pada hari Idul Fitri 1436 Hijriah.

"Alhamdulillah saya merasa gembira karena hari ini dan besok bisa bertemu. Saya bawa lontong sayur khas Medan lengkap dengan tauco pedas dengan Rendang Ompung. Itu rendang usaha anak sendiri, beda dengan yang lain karena ini rendang kering, jadi bisa tahan beberapa hari," kata istri Sutan, Unung Rusyatie, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (17/7/2015).

Unung datang bersama dengan enam orang anggota keluarga yang lain, yaitu anaknya yang pertama dan istrinya, anak ketiga, serta tiga orang cucu.

"Saya juga bawa nastar dan lemang, kami senang nanti dapat makan bersama," tambah Unung.

Menurut Unung, Sutan yang menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan uang dalam pembahasan APBN Perubahan 2013 dan penerimaan gratifikasi itu dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah bapak sehat lahir dan batin, doakan supaya bapak bebas," ungkap Unung.

Ia dan keluarga pun merasa kehilangan karena merayakan Lebaran tanpa Sutan yang biasanya selalu meramaikan rumah mereka di Bogor.

"Anak saya yang bungsu kehilangan sekali karena biasanya dia harus diteriaki bapaknya untuk sahur, sekarang dia jadi jarang sahur. Sekarang saya mengharapkan bapak mendapat keadilan dari Allah dan memang hingga saat ini belum ada bukti bahwa beliau bersalah," jelas Unung.

Waktu kunjungan tahanan pada hari ini adalah pada pukul 09.00-11.00 WIB, sedangkan untuk Sabtu (18/7/2015) pada 10.00-12.00 WIB.

Keluarga yang membesuk tahanan di rutan Gedung KPK dapat bertemu di auditorium gedung KPK, sedangkan tahanan di rutan Guntur tetap bertemu di Guntur.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X