Novel Baswedan: Ini Kriminalisasi

Kompas.com - 03/05/2015, 14:57 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di lingkungan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sabtu (2/5/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusPenyidik KPK Novel Baswedan tiba di lingkungan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sabtu (2/5/2015).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menilai, tindakan yang dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terhadap dirinya merupakan bentuk kriminalisasi. Pasalnya, aparat kepolisian belum memeriksanya, tetapi telah melakukan sejumlah upaya paksa.

"Saya tegaskan ini kriminalisasi, saya tidak memandang sebagai proses penyidikan yang baik," kata Novel di kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (3/5/2015).

Novel mengaku keberatan saat dibawa penyidik ke Bengkulu untuk menjalani rekonstruksi. Namun, dia tak dapat mengelak lantaran saat itu telah ditangkap penyidik, dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Novel menegaskan, sebagai tersangka, dia berhak untuk tidak menjalani proses rekonstruksi tersebut. Hal itu bisa dilakukan karena kurangnya kesiapan Polri untuk menggelar rekonstruksi tersebut.

"Saya ditahan, jadi mau tidak mau harus ikut. Namun, sebagai tersangka, saya punya hak untuk menolak rekonstruksi," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X