Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bertemu Mantan Bupati Bogor, Bos Sentul City Curhat soal Adiknya

Kompas.com - 01/04/2015, 18:42 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, mengaku, pernah bertemu dengan Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala. Pertemuan tersebut, kata Rachmat, diinisiasi oleh anak buah Cahyadi, Robin Zulkarnain.

"Pernah (bertemu). Dia (Robin) telepon saya bahwa pihak Sentul City ingin bertemu untuk konsultasi," ujar Rachmat, saat bersaksi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung di Cluster Hill Top Sentul City, Bogor. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Direktur Utama PT Bukit Jonggol Asri Hari Ganie, Yohan Yapp, Cahyadi, dan Robin. Namun, kata Rachmat, Cahyadi ingin bertemu empat mata saja dengan dia. Kemudian, melalui Robin, Cahyadi meminta Rachmat masuk ke satu ruangan. Rachmat mengatakan, dalam pertemuan itu Cahyadi mengungkapkan rasa kecewa terhadap adiknya, Haryadi Kumala alias A Sie.

"Obrolan saya hanya menyangkut kecewanya Swie Teng dengan adiknya Haryadi Kumala. Swie Teng curhat kepada saya tentang apa-apa yang dilakukan A Sie," ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, Cahyadi khawatir bahwa Haryadi memberikan sejumlah uang ke Rachmat terkait alih fungsi hutan di Bogor yang diajukan PT Bukit Jonggol Asri. Saat itu, Rachmat pun meminta Cahyadi untuk tidak memecat Haryadi meski pun terdapat konflik keluarga.

"Saya sampaikan, kalau memang ada hal-hal seperti itu, saya dengan Pak A Sie sudah bergaul sejak lama," kata Rachmat.

Dalam dakwaan tersebut, sekitar Januari 2014, Cahyadi meminta bantuan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin agar rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan yang diajukan PT BJA segera diterbitkan. Untuk memuluskan konversi hutan itu, Yohan dari PT Bukit Jonggol Asri diduga menyuap Yasin Rp 4,5 miliar untuk mendapatkan surat rekomendasi alih fungsi hutan menjadi lahan perumahan komersial dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Nasional
Penculikan Aktivis 98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Penculikan Aktivis 98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

Nasional
Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi 'Zonk' karena Koruptor Makin Pintar

KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi "Zonk" karena Koruptor Makin Pintar

Nasional
Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Nasional
Pimpinan KPK Sebut OTT 'Hiburan' agar Masyarakat Senang

Pimpinan KPK Sebut OTT "Hiburan" agar Masyarakat Senang

Nasional
Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Nasional
Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Nasional
Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Nasional
Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi 'Online' Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi "Online" Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Nasional
KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

Nasional
Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com