Bertemu Mantan Bupati Bogor, Bos Sentul City Curhat soal Adiknya

Kompas.com - 01/04/2015, 18:42 WIB
Bupati Bogor Rachmat Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjalani pemeriksaaan selama 28 jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/5). Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap Rp 4,5 miliar dalam proses konversi hutan lindung seluas 2.754 hektar menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri. KOMPAS/AGUS SUSANTOBupati Bogor Rachmat Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjalani pemeriksaaan selama 28 jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/5). Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap Rp 4,5 miliar dalam proses konversi hutan lindung seluas 2.754 hektar menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, mengaku, pernah bertemu dengan Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala. Pertemuan tersebut, kata Rachmat, diinisiasi oleh anak buah Cahyadi, Robin Zulkarnain.

"Pernah (bertemu). Dia (Robin) telepon saya bahwa pihak Sentul City ingin bertemu untuk konsultasi," ujar Rachmat, saat bersaksi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung di Cluster Hill Top Sentul City, Bogor. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Direktur Utama PT Bukit Jonggol Asri Hari Ganie, Yohan Yapp, Cahyadi, dan Robin. Namun, kata Rachmat, Cahyadi ingin bertemu empat mata saja dengan dia. Kemudian, melalui Robin, Cahyadi meminta Rachmat masuk ke satu ruangan. Rachmat mengatakan, dalam pertemuan itu Cahyadi mengungkapkan rasa kecewa terhadap adiknya, Haryadi Kumala alias A Sie.

"Obrolan saya hanya menyangkut kecewanya Swie Teng dengan adiknya Haryadi Kumala. Swie Teng curhat kepada saya tentang apa-apa yang dilakukan A Sie," ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, Cahyadi khawatir bahwa Haryadi memberikan sejumlah uang ke Rachmat terkait alih fungsi hutan di Bogor yang diajukan PT Bukit Jonggol Asri. Saat itu, Rachmat pun meminta Cahyadi untuk tidak memecat Haryadi meski pun terdapat konflik keluarga.

"Saya sampaikan, kalau memang ada hal-hal seperti itu, saya dengan Pak A Sie sudah bergaul sejak lama," kata Rachmat.

Dalam dakwaan tersebut, sekitar Januari 2014, Cahyadi meminta bantuan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin agar rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan yang diajukan PT BJA segera diterbitkan. Untuk memuluskan konversi hutan itu, Yohan dari PT Bukit Jonggol Asri diduga menyuap Yasin Rp 4,5 miliar untuk mendapatkan surat rekomendasi alih fungsi hutan menjadi lahan perumahan komersial dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X