BNPT Selidiki Keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam Jaringan ISIS di Indonesia

Kompas.com - 18/03/2015, 14:12 WIB
Foto yang beredar di jejaring media sosial memperlihatkan Abu Bakar Baasyir bersama pengikutnya di Lapas Nusakambangan yang menyatakan berbaiat kepada Daulah Islam yang didirkan ISIS. ISTFoto yang beredar di jejaring media sosial memperlihatkan Abu Bakar Baasyir bersama pengikutnya di Lapas Nusakambangan yang menyatakan berbaiat kepada Daulah Islam yang didirkan ISIS.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution akan menyelidiki keterlibatan Abu Bakar Baasyir atas dugaan banyaknya warga negara Indonesia yang bergabung ke ISIS. Saud mengatakan, rencana penyelidikan dilakukan karena Baasyir pernah mengungkapkan mendukung pergerakan ISIS Indonesia saat diwawancara media masa asing tahun 2014 lalu.

"Iya, tahun 2014, Baasyir sudah mengajak WNI bergabung ke ISIS. Itu imbauannya. Makanya kita akan kembangkan ke sana," ujar Saud saat dihubungi, Rabu (18/3/2015).

Namun, Saud mengaku belum memastikan kapan akan memeriksa Baasyir. Yang jelas, pihaknya memiliki niat untuk memeriksa Baasyir terlebih dahulu.

Sebelumnya, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir mengatakan mendukung gerakan pembentukan kekhalifahan Islam oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pernyataan itu disampaikan di penjara Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Ba'asyir juga meminta kepada para pengikutnya untuk mendukung ISIS," kata ketua Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Mochammad Achwan kepada BBC Indonesia.

JAT adalah organisasi yang didirikan oleh Ba'asyir setelah keluar dari Jemaah Islamiah, yang dinyatakan berada di belakang bom Bali 2002 dan beberapa kasus terorisme. Achwan enggan menjelaskan secara rinci bentuk dukungan kepada ISIS, tetapi mengatakan sejumlah anggota JAT telah pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS dan Jabhat al-Nusra. Jabhat al-Nusra merupakan sebuah organisasi militan Islam di Suriah yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

Nasional
Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Nasional
Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Nasional
Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Nasional
Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Nasional
KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Nasional
13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

Nasional
LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

Nasional
ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

Nasional
Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Nasional
Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Nasional
Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Nasional
Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Nasional
Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X