Kawal Proses Pencarian AirAsia QZ8501, Jokowi Janji Akan ke Pangkalan Bun Lagi

Kompas.com - 26/01/2015, 21:42 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kata sambutan dalam peresmian Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2015). 
Tribun Pontianak/Destriadi Yunas JumasaniPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kata sambutan dalam peresmian Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2015).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan tetap mengikuti perkembangan dari proses pencarian badan pesawat dan korban AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Bahkan, bila diperlukan, Jokowi akan ke sana lagi untuk mengecek langsung proses evakuasi.

"Ya nanti ngikut terus. Nanti kalau diperlukan, ya kita ke sana," ujar Presiden Jokowi seusai memeriksakan giginya di Balai Pelayanan Masyarakat (Yanma) Balai Kota, Senin (26/1/2015).

Terkait dengan proses pencarian yang selama ini telah dilakukan oleh tim search and rescue (SAR) gabungan, kata Jokowi, sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Dia pun mengapresiasi cara kerja Badan SAR Nasional (Basarnas) yang secara cepat membawa perkembangan-perkembangan berarti.

"Basarnas saya kira penanganannya sudah sangat bagus evakuasinya, (kerjanya) cepat," tambah Jokowi.

Sampai pada hari pencarian ke-30, tepatnya pada hari ini, tim SAR gabungan telah menemukan 70 jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dari temuan itu, sebanyak 69 jenazah telah diterbangkan dengan pesawat dari Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, ke Lanud Juanda, Surabaya, Jawa Timur, untuk keperluan proses identifikasi.

Dengan demikian, masih ada 92 penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501 yang belum diketahui keberadaan dan nasibnya. Basarnas memperkirakan sebagian besar korban masih berada di dalam badan pesawat yang sampai saat ini masih belum bisa diangkat.

Meski demikian, tim penyelam kembali berusaha mencoba mengangkat badan pesawat tersebut dengan mengulang proses dari awal, yaitu pengikatan tali baja sling jaring-jaring ke badan pesawat dan selanjutnya akan diangkat dengan beberapa balon pengapung atau lifting bag.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Pastikan Status DPO Terhadap Sjamsul Nursalim Tetap Berlaku

KPK Pastikan Status DPO Terhadap Sjamsul Nursalim Tetap Berlaku

Nasional
Pengacara Sjamsul Nursalim Minta Nama Kliennya Dihapus dari DPO KPK

Pengacara Sjamsul Nursalim Minta Nama Kliennya Dihapus dari DPO KPK

Nasional
Akui Unggah Foto Natalis Pigai, Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin: Itu Kritik Satire

Akui Unggah Foto Natalis Pigai, Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin: Itu Kritik Satire

Nasional
Bertambah 4 Jenazah, Total 53 Korban Sriwjaya Air SJ 182 Teridentifikasi

Bertambah 4 Jenazah, Total 53 Korban Sriwjaya Air SJ 182 Teridentifikasi

Nasional
Mendagri: Vaksin Covid-19 Bukan Obat

Mendagri: Vaksin Covid-19 Bukan Obat

Nasional
Soal Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai, Polri Imbau Masyarakat Percayakan ke Polisi

Soal Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai, Polri Imbau Masyarakat Percayakan ke Polisi

Nasional
582 Tenaga Kesehatan di RSD Wisma Atlet Telah Disuntik Vaksin Covid-19

582 Tenaga Kesehatan di RSD Wisma Atlet Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp 12,44 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp 12,44 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Nasional
PPKM Dinilai Tak Berhasil, Pemerintah Diminta Kembali Terapkan PSBB

PPKM Dinilai Tak Berhasil, Pemerintah Diminta Kembali Terapkan PSBB

Nasional
CISDI: Sulit bagi Pemerintah Cepat Membalik Keadaan Saat Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Baik

CISDI: Sulit bagi Pemerintah Cepat Membalik Keadaan Saat Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Baik

Nasional
Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Pemberian Uang ke Dirjen Linjamsos dan Pihak Lain di Kemensos

Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Pemberian Uang ke Dirjen Linjamsos dan Pihak Lain di Kemensos

Nasional
Kemensos: Sesuai Arahan Mensos Risma, Kami Bawa Makanan untuk Korban Banjir Paniai

Kemensos: Sesuai Arahan Mensos Risma, Kami Bawa Makanan untuk Korban Banjir Paniai

Nasional
Mendagri Apresiasi Menkes Budi Gunadi yang Gunakan Data KPU untuk Vaksinasi Covid-19

Mendagri Apresiasi Menkes Budi Gunadi yang Gunakan Data KPU untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Wali Kota Cimahi

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Wali Kota Cimahi

Nasional
Perludem: Ambang Batas Parlemen Gagal Sederhanakan Sistem Kepartaian

Perludem: Ambang Batas Parlemen Gagal Sederhanakan Sistem Kepartaian

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X