Badrodin Anggap Pernyataan Budi Waseso soal Pengkhianat di Polri Emosional

Kompas.com - 20/01/2015, 19:03 WIB
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, di PTIK, Jakarta, Selasa (9/12/2014) FATHUR ROCHMANWakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, di PTIK, Jakarta, Selasa (9/12/2014)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Polri yang menjadi Pelaksana Tugas Kepala Polri, Komjen Pol Badrodin Haiti, menganggap pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Budi Waseso yang menyatakan ada pengkhianat di tubuh Polri, ungkapan emosional semata. Ia menyayangkan pernyataan tersebut. (Baca: Badrodin Haiti Buka Suara soal Adanya Tudingan Pengkhianat di Tubuh Polri)

"Itu pernyataan emosional. Tidak perlu pernyataan itu disampaikan ke media. Tidak boleh membuat pernyataan yang emosional seperti itu," ujar Badrodin, seusai melakukan pertemuan dengan delapan mantan Kapolri, di Gedung Utama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Badrodin mengatakan, dia tak mengetahui adanya dugaan pengkhianat di internal Polri yang diungkapkan oleh Budi. Untuk itu, kata dia, saat ini Tim Propam melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti pernyataan Budi agar tak menimbulkan fitnah.

"Kita tunggu hasilnya. Kalau dugaan-dugaan saja nanti malah menimbulkan fitnah. Jadi harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan," kata Badrodin.


Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan wartawan di Mabes Polri, Selasa (20/1/2015), Budi mengatakan bahwa dia akan menjalani tugas sebaik-baiknya sebagai Kabareskrim baru menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius. Dia berjanji untuk mengabdi terhadap institusi dan tidak akan mencederai organisasi yang telah membesarkan dirinya. Lalu Budi mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi pengkhianat Polri.

"Saya tidak akan jadi pengkhianat bagi Tri Bhrata ini. Saya yakin ini," kata Budi.

Para wartawan kemudian bertanya apakah ada pengkhianat di dalam tubuh Polri. Budi menjawab bahwa kemungkinan tersebut ada.

"Bisa saja. Itu pengkhianat di internal, nanti ada yang menangani internal. Nantilah kita lihat," kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X