Badrodin Haiti Buka Suara soal Adanya Tudingan Pengkhianat di Tubuh Polri

Kompas.com - 20/01/2015, 16:53 WIB
Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti Icha RastikaWakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Polri yang melaksanakan tugas kepala Polri, Komjen Badrodin Haiti, menegur Kepala Badan Reserse Kriminal yang baru, Irjen Budi Waseso, lantaran menyebutkan "ada pengkhianat di tubuh Polri". Ucapan itu diucapkan Budi Waseso di media massa.

"Kita tegur yang seperti itu. Mudah-mudahan tidak ada lagi ke depannya yang seperti itu," ujar Badrodin di sela-sela silaturahim bersama pemimpin redaksi media massa di Gedung Nakula, Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Badrodin menegaskan bahwa tidak ada yang berkhianat atau yang dikhianati di tubuh institusi Polri. Terlepas dari latar belakang mengapa Budi berkata demikian, Badrodin menganggap kata-kata Budi tersebut hanyalah rasa emosional belaka.

"Itu pernyataan emosional. Harusnya tidak bisa bilang seperti itulah di depan media massa," ujar Badrodin.

Pernyataan "pengkhianat" terlontar dari mulut Budi, Selasa ini. Budi mengaku siap dan loyal terhadap Polri.

"Saya ini pejuang, pengabdi. Jadi, penugasan saya di sisi Polri akan saya abdikan sampai selesai. Insya Allah tidak mencederai organisasi Polri yang membesarkan saya, yang menghidupkan saya. Saya tidak akan jadi pengkhianat bagi Tri Bhrata ini. Saya yakin ini," ujar dia.

Wartawan sempat bertanya, apakah kata-kata "pengkhianat" ditujukan untuk anggota Polri tertentu. Budi mengatakan bahwa pengkhianatan ada di internal dan akan tetap diselesaikan di kalangan internal.

Seperti diketahui, Budi menggantikan Komjen Suhardi Alius sebagai Kabareskrim. Penggantian ini terkesan mendadak dan ditutup-tutupi dari kalangan wartawan. Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie menyebut, mutasi itu hanya untuk penyegaran institusi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugus Tugas Covid-19: 141.423 Pekerja Migran Akan Kembali ke Indonesia

Gugus Tugas Covid-19: 141.423 Pekerja Migran Akan Kembali ke Indonesia

Nasional
ICW Serahkan 'Amicus Curiae' Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

ICW Serahkan "Amicus Curiae" Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Nasional
Pemerintah: Jangan Tunggu Zona Merah, Lakukan Protokol Kesehatan!

Pemerintah: Jangan Tunggu Zona Merah, Lakukan Protokol Kesehatan!

Nasional
Target Uji Spesimen Dinaikkan, Mahasiswa dari Jurusan Ini Bakal Direkrut Jadi Relawan

Target Uji Spesimen Dinaikkan, Mahasiswa dari Jurusan Ini Bakal Direkrut Jadi Relawan

Nasional
UPDATE 4 Juni: ODP 47.373 Orang, PDP 13.416

UPDATE 4 Juni: ODP 47.373 Orang, PDP 13.416

Nasional
Pemerintah: Taat Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

Pemerintah: Taat Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

Nasional
Presiden Ingin Contoh Korsel dan Selandia Baru dalam Penggunaan Teknologi Pelacak Covid-19, Seperti Apa?

Presiden Ingin Contoh Korsel dan Selandia Baru dalam Penggunaan Teknologi Pelacak Covid-19, Seperti Apa?

Nasional
WNI dari Luar Negeri Dipersilakan Karantina Mandiri di Hotel, Tapi...

WNI dari Luar Negeri Dipersilakan Karantina Mandiri di Hotel, Tapi...

Nasional
Hingga 4 Juni, Pemerintah Sudah Periksa 367.640 Spesimen dari 251.736 Orang

Hingga 4 Juni, Pemerintah Sudah Periksa 367.640 Spesimen dari 251.736 Orang

Nasional
Sebaran Kasus Baru Covid-19 di 24 Provinsi, Kalsel Catat Penambahan Tertinggi

Sebaran Kasus Baru Covid-19 di 24 Provinsi, Kalsel Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Jokowi Minta Sistem Pendidikan Adaptif dengan Perubahan

Jokowi Minta Sistem Pendidikan Adaptif dengan Perubahan

Nasional
Pilkada Saat Pandemi, KPU Kurangi Target Partisipasi Pemilih jadi 77,5 Persen

Pilkada Saat Pandemi, KPU Kurangi Target Partisipasi Pemilih jadi 77,5 Persen

Nasional
Wapres: Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Masih Jauh Dibanding Potensinya

Wapres: Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Masih Jauh Dibanding Potensinya

Nasional
Kasus Suap Dana Hibah KONI, Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Kasus Suap Dana Hibah KONI, Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Nasional
New Normal, Dipaksa Menjadi Astronot

New Normal, Dipaksa Menjadi Astronot

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X