Survei LSI: Mayoritas Publik Ingin Kabinet Jokowi-JK Diisi Kalangan Profesional

Kompas.com - 28/08/2014, 18:10 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Ihsanuddin
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, mayoritas masyarakat lebih menginginkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengisi kabinetnya dengan orang-orang dari kalangan profesional, bukan dari partai. Menteri dari kalangan profesional lebih diidentikkan mampu bekerja sesuai dengan kompetensinya tanpa dibayang-bayangi kepentingan partai politik.

"Pilihan pertama, kabinet lebih banyak berisi menteri dari kalangan profesional, bukan orang partai, yang memilih sebesar 61,42 persen responden," kata peneliti LSI, Rully Akbar, saat merilis hasil surveinya di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (28/8/2014) siang.

Sebanyak 25,89 persen lainnya, kata Rully, menganggap tak terdapat perbedaan antara menteri yang berasal dari profesional dan dari partai. Hanya 7,61 persen responden yang menginginkan Jokowi mengisi kabinetnya dengan menteri yang berasal dari partai. Sisanya, sebanyak 5,08 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

"Publik menginginkan mayoritas kabinet dari kalangan profesional. Publik khawatir kabinet Jokowi terlalu banyak berkompromi secara politik," ujarnya.

Rully menyarankan agar Jokowi-JK bersikap tegas terhadap partai-partai pendukungnya. Pasalnya koalisi tersebut dibangun tanpa syarat.

"Partai pengusung Jokowi-JK tentu berharap ada kadernya yang duduk di pemerintahan. Belum lagi kemungkinan ada partai lain yang bergabung dengan konsesi kursi menteri," ujarnya.

Survei ini dilakukan pada 24-26 Agustus 2014. Jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan metode multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dibiayai sendiri oleh LSI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X