Saksi Akui Beri Uang untuk Kongres Demokrat

Kompas.com - 26/06/2014, 17:51 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Jumat (30/5/2014). Anas diduga terkait dalam korupsi proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Mallarangeng. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAMantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Jumat (30/5/2014). Anas diduga terkait dalam korupsi proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Mallarangeng.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Arief Taufiqurahman, membenarkan adanya uang yang dikeluarkan PT Adhi Karya untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung.

Dalam bon sementara tertanggal 1 Juni 2010, tertulis Rp 500 juta untuk keperluan AU (Anas Urbaningrum), sumbangan suara.

"Sumbangan suara untuk pemilihan suara di kongres Bandung, Kongres Demokrat," kata Arief saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdakwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Arief mengatakan, Munadi pernah mengaku kepadanya sebagai anggota tim pemenangan Anas dalam pemilihan ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat. Ketua Majelis Hakim Haswandi kemudian mempertanyakan kaitan Anas dengan PT Adhi Karya dan apakah Anas turut berperan memenangkan Adhi Karya dalam proyek.

"Karena ada permintaan itu melalui Pak Munadi. Kita tidak bertemu Anas. Pak Munadi sering ke kantor menyampaikan ada kebutuhan yang dimintakan ke kami. Salah satunya kepentingan kongres," terang Arief.

Arief juga mengaku pernah mengantarkan uang Rp 500 juta ke Bandung melalui Direktur Keuangan PT Bio Farma, Muhammad Sofi, atas permintaan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor.

"Saya hanya melaksanakan tugas karena disuruh Pak (Teuku) Bagus ke Bandung," kata Arief.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Serangan Jatung, Pria Ini Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Rutin

Kena Serangan Jatung, Pria Ini Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Rutin

Nasional
Wujudkan Pertanian Alami, Badan Restorasi Gambut Dukung SLPG

Wujudkan Pertanian Alami, Badan Restorasi Gambut Dukung SLPG

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR Hong Artha

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR Hong Artha

Nasional
Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Satgas Covid-19: Sebaiknya Cepat Pulang, Jangan Nongkrong Dulu

Nasional
Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Tolak Pilkada 2020, PP Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan Rakyat

Nasional
Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Anggota DPR Nilai Pendanaan Operasi pada Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Tak Sesuai UU

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Satgas Covid-19 Minta Pemda Waspadai Munculnya Klaster Pengungsian

Nasional
Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Ini Kronologis Penggunaan Helikopter Firli Bahuri yang Berujung Pelanggaran Etik

Nasional
'Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19...'

"Pandemi Belum Selesai, DKI Jakarta Belum Aman dari Covid-19..."

Nasional
Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Satgas Covid-19: Kampanye yang Kumpulkan Massa Dilarang!

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Satgas Covid-19: Jangan Tunggu 5.000 Kasus Per Hari untuk Disiplin

Nasional
Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Dirjen EBTKE Ajak Semua Pihak Berinovasi Kembangkan Pemanfaatan Energi Surya

Nasional
Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Jaksa Agung Janji Usut Tuntas Dalang Kebakaran di Kejaksaan Agung

Nasional
Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Nasional
UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

UPDATE 24 September: Tambah 1.133 Kasus Covid-19 di Jakarta, Total 1.664 Pasien Meninggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X