Kompas.com - 16/05/2014, 18:25 WIB
Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dahlan Iskan (kiri), memaparkan visi misinya pada debat terakhir di Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2014). Meskipun perolehan suara Partai Demokrat tidak cukup untuk mencalonkan presiden, debat konvensi yang diikuti oleh 11 orang kandidat ini tetap dilakukan. TRIBUNNEWS/HERUDINPeserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dahlan Iskan (kiri), memaparkan visi misinya pada debat terakhir di Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2014). Meskipun perolehan suara Partai Demokrat tidak cukup untuk mencalonkan presiden, debat konvensi yang diikuti oleh 11 orang kandidat ini tetap dilakukan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Konvensi Capres Partai Demokrat Maftuh Basyuni mengatakan bahwa elektabilitas Dahlan Iskan sebagai pemenang Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat masih sangat rendah. Elektabilitas Dahlan bahkan kalah dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Partai Demokrat bekerja sama dengan tiga lembaga survei, yakni Lingkaran Survei Indonesia, MarkPlus, dan Populi Center, untuk mengetahui elektabilitas antarpeserta konvensi. Dua di antaranya juga membandingkan elektabilitas pemenang konvensi dengan capres lain, yakni Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie.

Berdasarkan hasil survei tiga lembaga riset pada Januari dan Mei 2014, Dahlan mengungguli elektabilitas 10 peserta lain dalam konvensi itu. Dalam dua kali survei oleh tiga lembaga riset tersebut, angka keterpilihan Dahlan selalu naik. Namun, ketika diadu dengan capres-capres lain, nama Dahlan tenggelam dan tertinggal jauh.

"Berdasarkan kesimpulan di atas Dahlan Iskan berhasil menjadi pemenang. Elektabilitas dia masih jauh dibanding eksternal," kata Maftuh di kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (16/5/2014).

Berikut hasil survei dua lembaga riset terhadap calon-calon presiden dan peserta konvensi capres:

1. Jokowi
MarkPlus: 45 persen
Populi: 49,3 persen

2. Prabowo Subianto
MarkPlus 35 persen
Populi 29,7 persen

3. Aburizal Bakrie
MarkPlus: 8 persen
Populi: 8,9 persen

4. Dahlan Iskan
MarkPlus: 2 persen
Populi: 2,9 persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Nasional
Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Nasional
Kemhan: Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Kemhan: Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Nasional
Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Nasional
Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Nasional
Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Nasional
Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Nasional
Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Nasional
Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Nasional
Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Nasional
Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Nasional
Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Isi Pertemuan Nadiem dan Megawati, Tepis soal Reshuffle

Sekjen PDI-P Ungkap Isi Pertemuan Nadiem dan Megawati, Tepis soal Reshuffle

Nasional
Ada 53 Orang di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang di Utara Bali

Ada 53 Orang di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang di Utara Bali

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X