Kompas.com - 29/04/2014, 13:04 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (tengah) bersama anggota KPU memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara partai politik dan perolehan suara calon legislatif 2014 Provinsi Bengkulu di di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (28/4/2014). Rekapitulasi yang dihadiri seluruh Komisioner KPU, Ketua Bawaslu, pimpinan DKPP, pimpinan lembaga negara, perwakilan kementerian, serta para saksi dari partai politik tersebut diselenggarakan hingga 6 Mei 2014. TRIBUNNEWS/HERUDINKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (tengah) bersama anggota KPU memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara partai politik dan perolehan suara calon legislatif 2014 Provinsi Bengkulu di di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (28/4/2014). Rekapitulasi yang dihadiri seluruh Komisioner KPU, Ketua Bawaslu, pimpinan DKPP, pimpinan lembaga negara, perwakilan kementerian, serta para saksi dari partai politik tersebut diselenggarakan hingga 6 Mei 2014.
Penulis Febrian
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Hari keempat rapat pleno terbuka rekapitulasi suara nasional dimulai dengan pembacaan hasil rekapitulasi suara dari Provinsi Kalimantan Tangah. Setelah dipersentasikan, beberapa saksi partai yang hadir sempat mempertanyakan beberapa kesalahan kepada Komisi Pemilihan Umum Kalteng. Namun, Ketua KPU Husni Kamil Malik tetap mengesahkan rekapitulasi suara tersebut karena dinilai tidak ada kesalahan berarti.

"Saya melihat kesalahan-kesalahan yang terjadi di KPUD Kalteng hanya dijadikan catatan saja. Dengan ini hasil rekapitulasi suara Kalimantan Tengah dinyatakan sah. Kami ucapkan terima kasih atas kinerja KPUD Kalimantan Tengah dan juga apresiasi atas kerja sama Bawaslu Kalimantan Tengah," kata Husni di dalam rapat yang diadakan di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Dari perolehan suara yang disahkan, PDI Perjuangan unggul jauh meninggalkan perolehan suara partai-partai pesaing. PDI-P meraih 350.701 suara atau 30,78 persen dari total jumlah suara sah, yakni 1.139.364 suara. Golkar menduduki peringkat kedua dengan 141.095 suara (12,38 persen) dan Gerindra di tempat ketiga dengan 120.019 suara atau 10,53 persen. Berikut perolehan lengkap perolehan suara sah tiap parpol di Provinsi Kalimantan Tengah.

- Nasdem meraih 85.960 suara (7,54 persen)
- PKB meraih 67.573 suara (5,93 persen)
- PKS meraih 49.522 suara (4,35 persen)
- PDI-P meraih 350.701 suara (30,78 persen)
- Golkar meraih 141.095 suara (12,38 persen)
- Gerindra meraih 120.019 suara (10,53 persen)
- Demokrat meraih 75.467 suara (6,62 persen)
- PAN meraih 84.259 suara (7,40 persen)
- PPP meraih 79.756 suara (7,00 persen)
- Hanura meraih 50.941 suara (4,47 persen)
- PBB meraih 15.431 suara (1,35 persen)
- PKPI meraih 18.640 suara (1,64 persen)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.