Pileg di Singapura Terapkan Barcode Cegah Kecurangan

Kompas.com - 06/04/2014, 15:19 WIB
Ilustrasi: Seorang mahasiswa asal Indonesia melihat surat suara pemilu legislatif di kawasan kampus Lund University di Swedia, Selasa (1/4). KOMPAS/ANTONY LEEIlustrasi: Seorang mahasiswa asal Indonesia melihat surat suara pemilu legislatif di kawasan kampus Lund University di Swedia, Selasa (1/4).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SINGAPURA, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi kecurangan pemilu, Panitia Pemilihan Umum di Luar Negeri (PPLN) Singapura menerapkan teknologi barcode untuk mencegah kecurangan yang tidak diinginkan.

Minister Counsellor bidang penerangan, sosial, dan budaya, Simon D.I. Soekarno saat berbincang dengan Kompas.com, mengatakan sejauh ini pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar. “Kami berharap partisipasi dapat mencapai 50 persen, angka yang realistis” ujarnya, Minggu (6/4/2014).

Dia menyebutkan, hingga pukul 14.00 waktu Singapura, tercatat sekiar 10.000 pemilih dari total 112.123 orang telah menggunakan hak pilihnya.

Adapun Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTBLN) berjumlah 3.556 orang, dan pemilih via pos sebanyak 12.608 orang. Sebanyak 36 Tempat Pemungutan Suara (TPS) didirikan di KBRI untuk mengakomodasi antusiasme warga.

Untuk menghindari pemilihan ganda, PPLN Singapura menerapkan kecanggihan teknologi IT dengan menggunakan barcode dalam proses pendaftaran calon pemilih.

Penggunaan barcode mempercepat proses registrasi online pada website PPLN Singapura dengan tujuan agar proses registrasi dapat berjalan secara cepat dan menjamin keamanan data. Sehingga, surat suara yang diberikan kepada masing-masing calon pemilih diterima oleh orang yang berhak dan menghindari penyalahgunaan surat suara.

“Semua petugas KPPSLN telah dibekali dengan bimbingan teknis dan sosialisasi pemungutan suara sebanyak 2 kali untuk memastikan semua petugas memahami dengan baik tugas dan fungsinya serta dapat melaksanakan tugas dengan menjunjung tinggi netralitas, integritas dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Setor Rp 1 Miliar Uang Pengganti dari Eks Pejabat PUPR Muara Enim

KPK Setor Rp 1 Miliar Uang Pengganti dari Eks Pejabat PUPR Muara Enim

Nasional
Pelaksanaan Pilkada di Masa Pandemi Dinilai Bertentangan dengan Aturan dan Kajian Ilmiah

Pelaksanaan Pilkada di Masa Pandemi Dinilai Bertentangan dengan Aturan dan Kajian Ilmiah

Nasional
Pelapor Harap Dewan Pengawas KPK Nyatakan Firli Bahuri Langgar Etik

Pelapor Harap Dewan Pengawas KPK Nyatakan Firli Bahuri Langgar Etik

Nasional
Nekat Gelar Konser di Pilkada 2020, Apa Sanksinya?

Nekat Gelar Konser di Pilkada 2020, Apa Sanksinya?

Nasional
Anggota DPD Ini Tetap Tolak Pilkada 2020, Minta Keselamatan Jiwa Warga Diutamakan

Anggota DPD Ini Tetap Tolak Pilkada 2020, Minta Keselamatan Jiwa Warga Diutamakan

Nasional
Kemendagri: Ada 9 Provinsi dengan Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Rendah

Kemendagri: Ada 9 Provinsi dengan Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Rendah

Nasional
Pilkada di Tengah Pandemi

Pilkada di Tengah Pandemi

Nasional
KNPA: Rakyat Semakin Kehilangan Ruang Hidup akibat Ekspansi Pemodal

KNPA: Rakyat Semakin Kehilangan Ruang Hidup akibat Ekspansi Pemodal

Nasional
Selain Konser, Ini Sejumlah Kegiatan Kampanye yang Dilarang di Pilkada 2020

Selain Konser, Ini Sejumlah Kegiatan Kampanye yang Dilarang di Pilkada 2020

Nasional
Resmi, KPU Larang Konser Musik Saat Kampanye Pilkada 2020

Resmi, KPU Larang Konser Musik Saat Kampanye Pilkada 2020

Nasional
Jaksa Pinangki Mulai Diadili, Ini Fakta-fakta yang Dibeberkan dalam Sidang

Jaksa Pinangki Mulai Diadili, Ini Fakta-fakta yang Dibeberkan dalam Sidang

Nasional
BP2MI Berhasil Selamatkan 4 PMI ABK Korban Eksploitasi di Kapal Ikan Italia

BP2MI Berhasil Selamatkan 4 PMI ABK Korban Eksploitasi di Kapal Ikan Italia

Nasional
Ini Sebaran 60 Titik Demo Serentak Petani Hari Ini, Jakarta hingga Sulawesi Tenggara

Ini Sebaran 60 Titik Demo Serentak Petani Hari Ini, Jakarta hingga Sulawesi Tenggara

Nasional
Pemerintah Tak Lanjutkan Perppu Pilkada, Kemendagri: Revisi PKPU Saja

Pemerintah Tak Lanjutkan Perppu Pilkada, Kemendagri: Revisi PKPU Saja

Nasional
23 September, Kasus Harian Covid-19 Kembali Catatkan Rekor, Klaster Penularan Bertambah

23 September, Kasus Harian Covid-19 Kembali Catatkan Rekor, Klaster Penularan Bertambah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X