Kompas.com - 31/03/2014, 20:10 WIB
Kandidat calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan kampanye dengan mengunjungi Toko Ramayana di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014). KOMPAS.COM/VITALIS YOGI TRISNAKandidat calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan kampanye dengan mengunjungi Toko Ramayana di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

PACITAN, KOMPAS.com — Bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo alias Jokowi membantah kunjungannya ke Pacitan, Jawa Timur, untuk merebut basis suara Partai Demokrat. Pacitan merupakan kampung halaman Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ya ndak (merebut suara). Ini kan saling berkunjung, saling silaturahim. Dua minggu lalu, Pak SBY juga hadir ke Solo, saya gantian berkunjung ke Pacitan," kata mantan Wali Kota Solo ini, seusai pembekalan dan pemantapan saksi, di Gedung Gasibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3/2014) malam.

Ia mengatakan, PDI-P tidak memasang target suara di kota atau dapil tertentu, seperti Pacitan. Target partai adalah suara di provinsi. 

"Jadi nanti kami melihat seluruh Jawa Timur. Namanya kalau kita ngomong tebal itu targetnya di atas target nasional, di atas 27 persen," ujar Jokowi.

Melihat antusiasme masyarakat di sejumlah kota di Jawa Timur, Jokowi yakin target nasional bisa terpenuhi. Sebelum ke Pacitan, Jokowi telah berkunjung ke Malang, Ngawi, dan Ponorogo.

"Harus optimistis (sampai target), kerja kok ndak optimistis. Persentase kami nanti akan tebal, ya kita lihat nanti. Tadi juga sudah melihat kan, semangatnya masyarakat saat saya mampir di kampung seperti apa, saat mampir di pinggir jalan seperti apa," katanya.

Selama melakukan kunjungan ke berbagai kota pada akhir pekan ini, kehadiran Jokowi memang selalu mengundang perhatian masyarakat. Mereka "menyerbu" Gubernur DKI Jakarta ini untuk bersalaman dan foto bersama. Ada juga yang menyampaikan keluh kesahnya kepada Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rangkaian kegiatan kampanye Jokowi dimulai pada Kamis (27/3/2014) malam dan akan berlangsung hingga malam ini. Hari Jumat, dia telah mengajukan cuti kepada Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu, Senin adalah hari libur nasional, hari raya Nyepi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, MUI: Kontraproduktif dengan Fakta Historis

Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, MUI: Kontraproduktif dengan Fakta Historis

Nasional
Kenang Sosok Sekjen Kemendagri yang Meninggal Dunia, Tjahjo: Almarhum Pekerja Keras

Kenang Sosok Sekjen Kemendagri yang Meninggal Dunia, Tjahjo: Almarhum Pekerja Keras

Nasional
[POPULER NASIONAL] Tanggapan Muhammadiyah soal Kemenag Hadiah untuk NU | Pujian Profesor Singapura untuk Jokowi Tidak Mengada-ada

[POPULER NASIONAL] Tanggapan Muhammadiyah soal Kemenag Hadiah untuk NU | Pujian Profesor Singapura untuk Jokowi Tidak Mengada-ada

Nasional
KPK Amankan Dokumen hingga Uang Saat Geledah 2 Lokasi di Palembang

KPK Amankan Dokumen hingga Uang Saat Geledah 2 Lokasi di Palembang

Nasional
Sidang Stepanus Robin, Jaksa KPK Akan Hadirkan Azis Syamsuddin dan Ajay M Priatna

Sidang Stepanus Robin, Jaksa KPK Akan Hadirkan Azis Syamsuddin dan Ajay M Priatna

Nasional
Kala PDI Perjuangan-Demokrat Saling Sindir Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Kala PDI Perjuangan-Demokrat Saling Sindir Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Nasional
Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Nasional
4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

Nasional
Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Nasional
Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.