Kompas.com - 17/03/2014, 19:41 WIB
Gubernur Banten Atut Chosiyah meninggalkan gedung KPK, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, Rabu (12/2/2014). Ia diperiksa terkait kasus tindak pidana pengadaan alat kesehatan di Banten. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROGubernur Banten Atut Chosiyah meninggalkan gedung KPK, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, Rabu (12/2/2014). Ia diperiksa terkait kasus tindak pidana pengadaan alat kesehatan di Banten.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Bupati Lebak, Kasmin mengaku pernah mendengar Gubernur Banten Atut Chosiyah menelepon Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Djohermansyah Djohan terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Kasmin ketika bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak dengan terdakwa advokat Susi Tur Andayani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (17/3/2014).

Mulanya, jaksa penuntut umum KPK, Dzakiyul Fikri mencecar Kasmin soal pertemuannya dengan Susi. Kasmin mengaku pertama kali bertemu Susi dalam sidang permohonan keberatan hasil Pilkada Lebak di MK. Permohonan keberatan itu diajukan oleh Kasmin dan pasangannya calon Bupati Lebak, Amir Hamzah.

"Saya bertemu Bu Susi dua kali, Pak. Pertama itu pas sidang di MK, kedua di ruang Ibu Gubernur (Atut)," kata Kasmin.

Pada pertemuan kedua di ruangan Atut, Kasmin bertemu Susi yang sudah bersama Amir. Menurut Kasmin, saat itu Amir ingin melaporkan hasil sidang sengketa Pilkada MK pada Atut. Namun, Atut juga terlihat sedang sibuk menelepon Dirjen Otda Kemendagri.

"Jadi di situ (ruangan Atut) enggak banyak ngobrol. Di situ Ibu Gubernur (Atut) telepon Dirjen Depdagri, lama itu enggak nyambung-nyambung (telepon)," terang Kasmin.

Kasmin pun mengaku sempat meninggalkan ruangan untuk menjalankan ibadah shalat Ashar. Seusai shalat, ia mendengar Atut sedang berbicara dengan Djohermansyah terkait pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Lebak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sudah balik ke situ, masih telepon dengan Pak Dirjen. Kalau seandainya ini PSU masih bisa dilaksanakan sebelum Pilkada atau sesudah Pilkada. Itu yang Ibu Gubernur tanyakan," ungkap Kasmin. Jaksa Fikri kemudian menanyakan Kasmin siapa nama Dirjen yang dihubungi Atut.

"Saudara tahu siapa nama Dirjen Otda yang ditelepon?" tanya Jaksa Fikri.

Namun, Kasmin mengaku tak tahu. Setelah itu, menurut Kasmin tidak ada rekomendasi dari Atut terkait sengketa Pilkada Lebak. Adapun, dalam kasus ini, Djohermansyah pernah beberapa kali diperiksa KPK. Untuk pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Atut diduga memerintahkan adiknya, yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, agar menyediakan dana untuk Ketua MK saat itu Akil Mochtar. Wawan kemudian bersedia memberikan Rp 1 miliar melalui Susi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

Nasional
Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

Nasional
Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

Nasional
Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

Nasional
Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Nasional
Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Nasional
Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Nasional
Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat 'Booster' Vaksin Covid-19

Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat "Booster" Vaksin Covid-19

Nasional
Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Nasional
Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Nasional
Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Nasional
Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Nasional
Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.