Kompas.com - 28/02/2014, 11:24 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anak Urbaningrum (berbaju tahanan) menjalani pemeriksaan pertamanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (17/1/2014). Anas ditahan terkait dugaan korupsi dalam proyek Hambalang yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANAMantan Ketua Umum Partai Demokrat Anak Urbaningrum (berbaju tahanan) menjalani pemeriksaan pertamanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (17/1/2014). Anas ditahan terkait dugaan korupsi dalam proyek Hambalang yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.
Penulis Icha Rastika
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
— Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus dugaan menerima gratifikasi proyek Hambalang, Jumat (28/2/2014), setelah sakit giginya diobati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Pada pekan lalu, Anas batal diperiksa KPK karena sakit gigi. Saat memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sekitar pukul 10.00 WIB, Anas mengaku tidak mempersoalkan biaya pengobatan gigi yang dia tanggung sendiri.

"Sama saja kan, biaya sendiri atau dibayarin KPK, sama saja, yang penting ada pengobatan," kata Anas di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Mengenai materi pemeriksaan dia sebagai tersangka, Anas enggan menduga hal apa saja yang akan dikonfirmasikan tim penyidik KPK kepadanya. Saat ditanya mengenai proyek pengadaan laboratorium di Universitas Airlangga, mantan anggota DPR ini malah berkelakar.

"Mestinya bukan soal THR dan SKK Migas kan," ucap Anas.

Seperti diberitakan, pengacara Anas, Adnan Buyung Nasution, mengungkapkan, salah satu proyek yang dituduhkan KPK kepada kliennya selain Hambalang adalah pembangunan laboratorium Universitas Airlangga.

Pengacara lain Anas, Carel Ticualu, mengatakan bahwa tim penyidik KPK pernah mengonfirmasikan kepada Anas ihwal proyek tersebut. Namun, menurut Carel, Anas mengaku tidak tahu-menahu sehingga tim penyidik tidak mencatat keterangan Anas soal proyek itu dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Batal, Epidemiolog Kritik Pertimbangan Pemerintah

PPKM Level 3 Batal, Epidemiolog Kritik Pertimbangan Pemerintah

Nasional
Menko Airlangga Sebut Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kolaborasi Global

Menko Airlangga Sebut Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kolaborasi Global

Nasional
Aji Mumpung: Tunjangan, Mobil Dinas, Dana Dapil, Keruklah Selagi Bisa!

Aji Mumpung: Tunjangan, Mobil Dinas, Dana Dapil, Keruklah Selagi Bisa!

Nasional
Pukat UGM: Tidak Ada Bukti Ilmiah Hukuman Mati Efektif Beri Efek Jera Korupsi

Pukat UGM: Tidak Ada Bukti Ilmiah Hukuman Mati Efektif Beri Efek Jera Korupsi

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Kemenkes: Tetap Ada Pembatasan Mobilitas

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Kemenkes: Tetap Ada Pembatasan Mobilitas

Nasional
Pesawat C-130 Hercules TNI AU Kirim 12 Ton Bansos untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Pesawat C-130 Hercules TNI AU Kirim 12 Ton Bansos untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Rapat Paripurna, DPR Sahkan 40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Rapat Paripurna, DPR Sahkan 40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Nasional
Cegah Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru 2022

Cegah Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru 2022

Nasional
DPR Perpanjang Masa Pembahasan 5 RUU, Ada RUU PDP-RUU Landas Kontinen

DPR Perpanjang Masa Pembahasan 5 RUU, Ada RUU PDP-RUU Landas Kontinen

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Mendagri: Bukan Sesuatu yang Aneh

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Mendagri: Bukan Sesuatu yang Aneh

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 3

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 3

Nasional
Wapres Tekankan Transformasi ASN Harus Diiringi Penguatan Nilai

Wapres Tekankan Transformasi ASN Harus Diiringi Penguatan Nilai

Nasional
KPK Beberkan 3 Model Strategi Pemberantasan Korupsi

KPK Beberkan 3 Model Strategi Pemberantasan Korupsi

Nasional
Siapkan SDM Unggul, Kementerian KP Lantik Taruna Politeknik KP Dumai

Siapkan SDM Unggul, Kementerian KP Lantik Taruna Politeknik KP Dumai

Nasional
Penuhi Target Akhir Tahun WHO, Menlu Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

Penuhi Target Akhir Tahun WHO, Menlu Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.