Disebut Terima Uang untuk Sutan Bhatoegana, Tri Yulianto Dijadwalkan Bersaksi Hari Ini

Kompas.com - 18/02/2014, 06:46 WIB
Penyidik KPK saat menggeledah ruang Sekretariat Fraksi Demokrat di Lantai 9 Gedung Nusantara I, Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/1/2014). Di hari yang sama, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Sutan Bhatoegana dan Tri Yulianto. KOMPAS.com/Indra AkuntonoPenyidik KPK saat menggeledah ruang Sekretariat Fraksi Demokrat di Lantai 9 Gedung Nusantara I, Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/1/2014). Di hari yang sama, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Sutan Bhatoegana dan Tri Yulianto.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Demokrat, Tri Yulianto, dijadwalkan bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Tri akan bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. "Saksi sidang Selasa, Roosyiana Loetan, Helly Triarijanto, Ani Adriani, Yuli Ria Arlond, Tri Yulianto, dan Asep Toni," tulis pengacara Rudi, Rusdi A Bakar, melalui pesan singkat, Senin (17/2/2014).

Dalam dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama Tri disebut menerima uang 200.000 dollar AS dari Rudi. Berdasarkan dakwaan tersebut, mula-mula Rudi melalui pelatih golfnya, Deviardi, menerima 300.000 dollar AS dari bos Kernel Oil Widodo Ratanachaitong.

Pada 26 Juli 2013, Deviardi menyerahkan uang itu kepada Rudi di Gedung Plaza Mandiri Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kemudian, dari uang itu, Rudi menyerahkan 200.000 dollar AS untuk anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, melalui Tri Yulianto, di toko buah All Fresh di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.

Setelah itu, sisa uang 100.000 dollar AS disimpan Rudi dalam safe deposit box Bank Mandiri. Dalam persidangan sebelumnya, Rudi mengaku memberikan uang tersebut sebagai tunjangan hari raya (THR). Rudi mengatakan sejak awal menjabat di SKK Migas sudah mendapat informasi bahwa anggota Komisi VII DPR kerap meminta THR pada SKK Migas.

Sutan dan Tri juga sudah diperiksa KPK terkait pemberian uang itu. Bahkan, KPK juga telah menggeledah ruang kerja dan rumah Sutan maupun Tri. Keduanya pun membantah menerima uang dari Rudi. KPK sudah pula melakukan pencegahan atas Sutan maupun Tri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Nasional
Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Nasional
Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Nasional
Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Nasional
Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Nasional
Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Nasional
KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

Nasional
Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Nasional
Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Nasional
Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Nasional
Jokowi Harapkan Kontribusi B20 dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Jokowi Harapkan Kontribusi B20 dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Nasional
Tanggapan Pemerintah soal Kesepatan FIR yang Dinilai Rugikan Indonesia

Tanggapan Pemerintah soal Kesepatan FIR yang Dinilai Rugikan Indonesia

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Diproses Hukum, Ini Syaratnya

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Diproses Hukum, Ini Syaratnya

Nasional
Pemerintah Diminta agar Serius Hentikan PTM 100 Persen

Pemerintah Diminta agar Serius Hentikan PTM 100 Persen

Nasional
Menkes: Di Kantor Kalau Tidak Terlalu Perlu Lebih Baik WFH

Menkes: Di Kantor Kalau Tidak Terlalu Perlu Lebih Baik WFH

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.